Langsung ke konten utama

Masuk 10 Besar dalam Startup Hunt 2018


Startup lagi.. startup lagii.....

Munkin wafa sadah mulai bosan dengan kata itu, tentu saja karena sering sekali ikut dan membuat startup dengan teman-teman. Tapi wafa tak kenal menyerah, meski sering kalah wafa tetap berusaha. Tapi usaha pun tak cukup, perlu pondasi yang kuat untuk dapat bertahan dan menjadi pemenang di kancah dunia. Boro-boro dunia, di kota jogja saja startup yang wafa buat tak begitu dikenal.

Sebelum acara...

"Fa, kau di ma?", tanya teman wafa.
"Di kampus, gimana?
"Ganti yak lu yang dateng
"Emang kenapa kok gua?
"Soalnya gua ada rapat dadakan nih, ntar lu gua susul dah.
"ooh.. yaudah oke gua yang berangkat.
"Sipp,..

Langit cerah tiba-tiba mendung.

"Fa, gua udah sampe depan kampus nih..
"Oke, berangkat...

Wafa dan Ve berangkat menggunakan sepeda motor, tetapi...
Bresss... Hujan deras datang...

Akhirnya wafa berhenti dulu di kos Ve, tetapi acara udah hampir mulai.
"Kon arep kopi ta?", tanya Ve.
"Yo arep laa.., udan-udan ngeneki ngopi enak..

Sementara itu, Phi masih menunggu di tempat acara. Menunggu Wafa yang nyatanya masih nikmati  kopi vietnam gratis di kosan Ve dengan santainya sambil mengeringkan badan. Sudah setengah jam berlalu hujan mulai reda, tapi baju wafa masih basah. Akhirnya, wafa memutuskan untuk meminjam baju dan celana Ve. Kemudian wafa bergegas berangkat menuju acara Startup Hunt 2018.


Sampai di tempat tujuan...


Ketika masuk ke ruangan presentasi,
"Kok agak aneh ya...", dalam hati wafa.
"Sekarang saatnya makan, di lantai bawah sudah di sediakan... blablabla..", kata pembawa acara.

"Ini nih tepat waktu banget. Dateng pas mau makan", kata Phi.
"Sorry cuk, tadi ujan makanya gua berhenti dulu di kos Ve
"Haha.., gak papa. Tapi gua tadi presentasi sendiri sial...
"Haha.. sorry banget ini, yang penting makan dulu lah perbaikan gizi..

Selesai acara makan-makan...

Hotel yang bagus, sangat jauh dari kosan Wafa dan Phi.
"Ambil yang banyak Fa, malu-malu mah gak kenyang..", kata si Phi sambil mengambil ayam seabres.
"Siaap, jarang-jarang kek gini,
"Makanya itu ambil yang banyak apalagi ini pake lilin-lilin segala
"Hahaa, iya romantis.. 
"Tapi ada yang salah Fa,
"Apa memang salahnya?
"Salah gua ngajak elu, coba gua ngajak cewek kan romantis hahaa..
"Kampret...

Acara ini telah tiba, yang masuk kedalam nominasi 10 besar satu per satu di sebutkan. Sungguh tak disangka, tim kami disebut. Wafa dan Phi mulai panik, karena belum ada persiapan yang matang, apalagi katanya harus menggunakan bahasa inggris. 

"Waduh gimana nih cuk, lu temeni gua yak didepan
"Malas haha... lu aja sendiri
"Yaudah gua pake bahasa indo aja, daripada gak ada yang ngerti
"Yaudah gak papa,

Ternyata masih boleh pake bahasa Indonesia. Legaa...

Masuk kedalam kategori 10 besar memang tak disangka, apalagi tim yang lain sudah membangun startup sejak lama dan omsetnya sampai ratusan juta perbulan. Sedangkan kami, baru merintis, alatnya pun belum ada. Sudahlah.. memang bukan rejekinya.

Tapi, dari sini kita dapat mengenal lebih banyak hal, terutama melihat bahwa sudah banyak startup lain bermunculan dan telah menghasilkan banyak dolar. Selain itu, kami juga mendapat kontak beberapa petinggi di perusahaan ternama seperti CEO Majalah marketing (dalam foto). Meskipun wafa tak tau ketika suatu saat nanti wafa hubungi apakah akan dibalas.

Kesimpulan

Kesimpulanya adalah wafa datang dan makan saja. Karena yang presentasi adalah Phi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Monumen Jogja Kembali Dengan Berjuta Misteri

Monumen Jogja Kembali atau sering disebut Monjali adalah sebuah museum yang berada di Ringroad utara, Sleman, Yogyakarta. Aku kesana bersama temanku bernama Ishlah. Karena kami memang belum pernah kemari sebelumnya, maka kami mencoba kemari meski sebelumnya ingin ke museum merapi. Bagi teman-teman yang ingin melihat dan mengenang perjuangan masyarakat Indonesia terutama wilayah Yogyakarta, ini merupakan tempat yang cocok untuk dikunjungi. Letak dari Monumen Jogja Kembali yang strategis, memang membuat monjali mudah ditemukan dan menjadi pilihan wisata kami. Pertama kali masuk, kita harus membayar tiket sebesar Rp. 10.000,- yang menurut kami sangat murah. Kita bisa langsung menuju mojali. Pertama kali yang dapat kita lihat, adalah betapa uniknya museum ini dengan bentuk kerucut. Monjali memiliki tiga lantai yang akan kita kunjungi satu per satu. Lantai Pertama Saatnya mengunjungi lantai pertama.Di lantai pertama, terdapat beberapa ruangan yang setiap ruangan berisi benda b...

Cinta

Cinta itu tidak perlu berkorban, ketika kamu sudah merasa berkorban maka saat itulah cintamu hilang. Karena dengan cinta kau akan rela melakukan apapun. Kau pun tidak akan pernah merasa jika hal itu adalah pengorbanan. Semua terjadi karena adanya cinta. Cinta itu unik, mengapa? Karena cinta itu takdir, cinta datang kepada orang yang mungkin kamu tidak tahu siapa dia. Cinta juga datang tanpa alasan. Katika kamu tahu alasan mengapa kamu jatuh cinta, maka itu bukan cinta. Meskipun kau punya kriteria khusus orang yang akan kau cintai, ketika ada orang sesuai dengan kriteria tersebut pun belum tentu kau cinta padanya. Bahkan kau bisa saja mencintai orang yang punya kriteria seperti orang yang kau benci. Apakah cinta identik dengan nikah? Kau bisa merencanakan kapan kau menikah, sedangkan kau tidak bisa mengatur kepada siapa kau akan cinta. Lalu bagaimana dengan cinta dan jodoh? Jodoh adalah ketika dua orang saling cinta. Aku pernah berfikir, mungkin negeri ini kurang ada ras...

Pertama Kali Naik Pesawat

Malam yang panjang, Bayangkan saja, Wafa sudah menunggu dari jam 7 pagi hingga jam 2 malam untuk dapat naik pesawat terbang. Cerita dimulai dari rencana anak-anak yang ingin menanggulangi kalau terjadi kemacetan agar tidak ketinggalan pesawat. Jadi, Wafa dan kawan-kawan naik bus dari Jogja ke Cingkareng sebelum terbang dari Cingkareng ke Tarakan. Mereka berangkat dari Jogja pukul 4 sore, dengan berasama teman-teman yang kompak. Ini merupakan bus yang tergolong mewah. Bagaimana tidak, mereka hanya ber-25 dengan jumlah kursi 50an. Tentu saja, setiap orang bisa tidur dengan leluasa menggunakan dua kursi sekaligus. Tak terasa perjalanan yang panjang telah mereka lalui hingga sampai ke Cingkareng. Perjalanan yang diperkirakan sampai di Cingkaren malam hari ternyata sampai di Cingkareng pagi hari. Pentantian yang panjang pun tiba. Mereka seperti anak ilang di bandara, menanti dari pagi sampai malam. Kegiatanya hanya keliling-keliling bandara sambil liat-liat siapa tau ada cewe...

Kurang Apa Lagi?

Aku sangat merasa cukup, entahlah. Apalagi yang aku perlukan? Semua sudah ada di depan mata. Salah satu konsep paling keren yang aku dapatkan setelah membaca buku "Goodbye, Things: The New Japanese Minimalism" adalah melebarkan rumah, membuat kota ini rumah maka akan mendapatkan segalanya. Menerima tamu? cari saja tempat kopi paling oke di kota, daripada repot membeli alat-alat kopi, gelas dan berbagai hal, cukup traktir saja tamu mu dengan kopi dan snack yang ada disana. Mau makan ke dapur? ada berpuluh warung di kota yang bisa dikunjungi. Ada teman mau menginap? ada puluhan hotel yang bisa ditinggali. Mau tidur nyenyak? ada berbagai pilihan harga kosan. Ternyata hidup di dalam sebuah kamar ukuran 2x3 meter selama 7 tahun lebih tak ada masalah, kota inilah rumah kita sebenarnya. Lebih hebatnya lagi, sekarang aku tinggal di tempat yang semua hal dekat dan bisa dijangkau dengan beberapa langkah kaki. Ada beberapa warung makan, angkringan, mini market, penjual jajanan pasar, lo...

Kisah Kasih Nyata - Menatap Langit

Malam ini, Wafa sering menatap langit, tetapi langit malam ini berbeda. Biasanya wafa menatap langit sendiri. Tetapi, malam ini wafa berdua bersama teman yang juga tertarik dengan dunia astronomi sebut saja si kecil. Sebenarnya, sejak lama wafa ingin menatap langit berdua bersama seseorang (dirahasiakan). Memang untuk hal itu terkabul sangat sulit, apalagi wafa dan dia terpisah jarak yang jauh. Ketika malam ini langit begitu indah, dia tetap ada di jarak yang sangat jauh. Sepertinya impian untuk melihat bintang bersama kian sulit untuk terkabul. Ditambah hati wafa dan dia yang sudah semakin jauh. Cukuplah teropong kecil sederhana yang akan menemani dia melihat bintang ketika wafa jauh. Sementara wafa sudah melupakan dia, tiba-tiba dalam hati wafa berkata, " sayang sekali si mungil gak ikut, padahal langitnya bagus banget ". Sebenarnya wafa sudah mengajak si mungil, tetapi gagal. Akhirnya wafa hanya berdua dengan si kecil. Wafa dan si kecil memang sudah mempersiapkan s...