Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jurnal Seperempat Abad

Membeli Pilihan

Tidak semua orang punya pilihan dalam hidupnya, tapi setiap orang dengan begitu mudah membuat pilihan. Membuat pilihan dengan punya pilihan adalah dua hal yang sangat berbeda. Coba kamu tanya pada teman sebelahmu apakah dia mau mobil baru? atau rumah yang nyaman? Jelas ya!. Tapi apakah dia punya pilihan untuk memebeli mobil baru? belum tentu.  Pilihan untuk membeli ikan Hidup ini seperti sebuah pilihan berganda untuk memilih a sampai e, tapi kita kadang lupa dan memilih sesuatu yang tidak ada dalam pilihan.  Ketika kita disodorkan sebuah peta google map, kita dengan mudah memilih cafe mana yang ingin dikunjungi. Tapi, sebenarnya itu saja tidak cukup. Kita sering kali sibuk memilih cafe mana yang akan didatangi tapi seakan lupa bagaimana kita akan kesana? -- jalan kaki, naik motor, akan lewat jembatan, terjebak macet di salah satu persimpangan? Yang terpenting selain rute adalah kita sekarang ada di mana. Kita bisa tersesat tidak hanya tidak punya tujuan, tapi tidak tau ruterny...

Menikmati Sepi Sendiri

Rindu ini masih mendelik, akankah terjawab sunyi. Mereka bilang ini normal yang baru, Kubilang ini yang kurindu. Menikmati sepi sendiri, menunggu kapan aku berani... Mengakhiri..." Terimakasih untuk tetap peduli kepadaku disaat semua hal pergi, orang-orang mulai enggan denganku dan tak ada untungnya untukmu, tapi engkau ada memberi sebuah kata yang membuat aku bergerak. Penantian kapan aku berani mengakhiri, kiti telah terjawab. Aku dengan segala pikiran dan masalah-masalah yang masih menumpuk, yang kurindukan hanyalah menikmati sepi sendiri. Tapi bukan itu yang sebenarnya aku butuhkan, aku hanya butuh mengakhiri dan menjadi pemberani. Seorang kesatria yang hanya takut tak bisa menjaga prinsip dalam hidupnya, seorang kesatria yang takut tak bisa menepati janji, seorang kesatria yang hanya takut tak bisa mengalahkan diri sendiri.

JSA006 - Aku sedih hari ini

Mas kamu kemana kok belum sampai kantor? Sorry, tadi ada masalah serius. --- Sebuah tinjuan keras, mengingatkan aku pada janji-janjiku. Bagaimana aku bisa menepatinya? tidak tahu. Atau sebenernya aku tahu, tapi tak pernah mencobanya saja. Rumput hutan sudah terlanjur tinggi, sudah susah untuk melewati ini semua. Perlu parang khusus untuk mengalahkannya sehingga membuat jalan yang bagus. Hal pertama yang aku ingat adalah tentang aku yang tak kunjung membaik, tetap bermalas-malasan di kos. Menjadi lebih baik memang tak mudah, banyak yang harus dilawan, setan-setan dalam bentuk diri-sendiri ini memang harus dibasmi. Mie ayam pun rasanya ambyar. Tak luput pikiran untuk berandai-andai aku punya waktu lagi yang sama. Tapi, aku teringat nasehatku sendiri kepada orang lain, ketika mengulang waktu itu benar-benar ada, kita akan kembali ke titik yang sama karena sifat kita tak berubah. Kerenanya aku mencoba untuk memahami jika semua ini memang harus terjadi. Aku akan mencoba mencari solusi terba...

JSA005 - Catatan Jiwa

Beberapa waktu lalu aku disuruh untuk mencoba test kepribadian, hasilnya... kok bisa mirip? Darisitu, aku mulai mencari bagaimana cara aku bisa sukses kalau kepribadianku seperti ini? Akhirnya aku menemukan hal yang menamparku. Kiat-kiat ini aku cermati berkali-kali, dari hal-hal itu aku sudah melakukannya beberapa hal. Hasilnya itu memang membuatku menjadi lebih baik sebagai manusia. Tapi diantaranya aku masih kalah dengan diriku sendiri. Aku harus coba untuk melakukannya, karena ketika  aku berhasil melakukan kiat itu aku menjadi lebih baik lagi. Aku ingin itu, menjadi lebih baik lagi sebagai manusia. --- Hari kamis, aku dihadapkan oleh 2 hal. Bersenang-senang menonton orkestra atau duduk di lab menghadapi coding yang belum selesai, aku kemudian mencoba untuk melakukan kiat  Face Your Weaknesses!  dan Get Out of Your Comfort Zone . Hasilnya? aku pulang dengan bahagia karena masalahku selesai. Memang tidak enak untuk menghadapi hal-hal itu, tapi aku menjadi lebih baik. -...

JSA004 - Kamu yakin ingin keluar?

Sebuah kalimat ketika sederhana ketika kita klik tombol keluar. Kalimat sederhana itu justru yang dapat mendobrak hati seakan benar-benar bertanya. Kamu yakin ingin keluar? Mencoba dunia baru sepertinya tak lagi indah seperti dulu. Aku butuh jiwa-jiwaku yang dulu, semangat membara menantang apa yang ada, percaya diri dan selalu berusaha. Dunia baru, hutan baru untuk dijelajahi. Seminggu ini aku hanya di kos, setiap malam hanya duduk di salah satu sudut melihat sudut yang lain, melihat barang-barang yang sebenarnya sudah tak penting. Barang-barang itu sudah memenuhi tugasnya, kini hanya tinggal duduk santai ditempatnya. Apa aku sekarang seperti itu? tapi sepertinya tugasku belum selesai. Aku ingin keluar mencoba menghirup lembabnya hutan baru yang belum tersentuh, bau tanah, bau lumpur, sedikit suara katak mengejek. Aku tak tahu di hutan juga seringkali kita temukan hal-hal indah dan langka yang membuat aku tak mau kembali. Aku butuh semangat itu lagi, aku iri dengannya yang selalu sema...

JSA003 - Meletakkan kepala di pojok ruangan

 "Dunia ini sangat menarik untuk dipelajari. Ketika yang lain tertarik dan fokus pada kata dunia, aku justru fokus pada ketidaktahuan diri yang membuat dunia menarik untuk dipelajari. Ketika kita tahu segalanya, maka dunia ini tak menarik lagi, satu-satunya yang membuat kita tertarik adalah ketidaktahuan. Mempelajari banyak hal membuat kita mendapatkan kutukan pengetahuan itu sendiri, yakni tak mudah untuk kagum, semuanya tampak biasa. Selain itu, kita juga jadi tahu kalau semuanya benar, semua tergantung kerengka berfikir dan sudut pandang.  Beberapa kali aku merasa iri dengan orang-orang yang pernah aku ceritakan tentang alam semesta bekerja dan bagaimana tatasurya dan tatanan bintang terlihat di depan mata. Aku tak lagi merasakan keindahan ketidaktahuan dan gairah itu. Duduk melamunku kini lebih sering hanya ada diriku sendiri, rahasia dunia sepertinya tak menarik lagi. "Aku memanggil jiwa-jiwaku yang dulu. Aku merasa bukan aku, wafa yang sekarang sedikit berbeda dengan ya...

JSA002 - Ternyata aku bisa camping

Duduk bersama dua orang temanku di bukit ragil, menatap bimasakti yang mulai tertutup kabut. Ini adalah pertamakalinya aku camping atas inisiatif aku sendiri. Ternyata aku bisa loh camping. Ternyata tidak ada yang perlu aku takuti. Bagaimana aku nanti makan disana? apa yang harus aku lakukan di sana? aku harus ketemu dengan siapa? aku harus bayar berapa? sewa tenda dimana? semua itu ternyata bisa dilewati. Aku hanya perlu mencoba saja, tak perlu ada yang ditakuti. Kami berangkat jam 2 siang, menyewa tenda di sebelah kos, membeli kebutuhan makan, berangkat, melewati pegunungan saat malam hari, naik bukit malam hari dan membuat tenda. Aku tak menyangka aku bisa melakukannya.  Aku sedang menatap bimasakti saat itu. Ternyata, menantang ketakutan akan sangat menyenangkan jika bisa melakukannya, menjadi hal yang tak terlupa. Aku hanya seringkali takut untuk melakukannya.

JSA001 - Jurnal Seperempat Abad

Hari ini, aku sudah melewati 9000 hari lebih di dunia, namung aku masih tak paham tentang dunia. Aku masih harus selalu menjadi adaptif agar tetap exist. Aku tetap menjadi wafa yang tak terlalu kenal dengan diri sendiri apalagi dunia. Aku menulis ini untuk mencatatat setiap perjalanan yang aku lalui. Mungkin tak akan pernah ada yang baca, membiarkannya berlumut adalah keindahan waktu. Jurnal ini aku buat untuk mendampingiku menjalani hidup setelah seperempat abad ada didunia. Banyak yang perlu aku pelajari untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Meskipun aku tak tahu kenapa aku harus menjadi baik. Agama mencoba menjawabnya dengan kehidupan kedua yang abadi. Tapi pada tingkatan yang lebih tinggi, kebaikan yang berarti adalah kebaikan yang tanpa alasan, dia murni adanya. Aku akan bercerita tentang tujuan-tujuanku, pencapaianku dan proses hidup di jurnal ini. Hal perntama yang akan aku coba selesaikan adalah menjadi pribadi yang tangguh tak takut untuk menampakkan diri. --- Aku s...