Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label PENGALAMAN

Ten Rules to Live By ____ to Achieve Success

Read this every day and try to evaluate. Feed Your Strengths! Realize your gift at mastering logical problems and situations, and give yourself plenty of opportunities to exercise your abilities. Much of your sense of well-being will come from these experiences. Face Your Weaknesses! We all have weaknesses. Recognizing your weaknesses for what they are (without beating yourself up) will give you the power to change your life for the better. Talk About Your Thoughts. Discussing your ideas and perceptions with others will help you to develop your Extraverted INtuition, and thus your understanding of the world. How well you use your auxiliary function is very important to your overall health and happiness.  Listen to Everything Try not to dismiss anything immediately. Let it soak in, and then apply judgement. Try not to dismiss things that are alogical - they are not illogical. Be Aware of Others Understand that everyone has their own lives and their own perspectives. Everyone has...

Pemalas dan Efisiensi Tinggi

Malas itu mahal, kamu harus rela tidak mengambil kesempatan untuk mendapatkan banyak uang karena malas. Tapi, wafa punya cara untuk coba menangani itu, yaitu dengan menjadi efisien. Ketika wafa sulit untuk bangun pagi tapi harus bekerja untuk mendapatkan uang bertahan hidup, wafa lebih mencoba untuk mencoba menjadikan pekerjaan yang tidak pagi. Tapi perlu efisien yang tinggi, bagaimana kerja satu sampai dua jam dan cukup untuk hidup. Aku sering berfikir ketika saat perjalanan pulang dari kantor, aku berangkat jam 1 pulang jam 4 itu setara dengan rekan-rekan lain yang kerja dari pagi sampai sore. Kenapa? kenapa mereka tidak mendapatkan lebih dari aku? kenapa hal ini dapat bekerja? Sepertinya bukan waktu yang membuat ini berlaku. Sepertinya ini bukan domain waktu. Sepertinya ini merupakan domain ekonomi yang bisa menjelaskannya. Satu jam CEO pasti lebih banyak mendapatkan uang dari 1 jam mamang-mamang jaga warnet. Hal yang paling mendasar dari ekonomi adalah permintaan dan penawaran. Ke...

Butiran Pasir

Kebahagaian kita hanya butiran pasir dari hamparan pantai semesta yang tak hingga, tapi itu sangat besar bagi hidup kita. Berboncengan dengan seseorang yang kita sayang setelah lama sekali tak jumpa mungkin hanya sebuah titik kecil di langit malam, nampun itu sangat indah bagiku. Sinarannya masih aku ingat sampai sekarang, bahkan seterusnya. Dimulai dengan pertemuan di stasiun yang aku takut tak bisa mengenalinya. Namun, dia tetap catik seperti dulu. Memanggilku dengan membawa oleh-oleh kebahagiaan. Aku hanya merasa bahagia, itu saja. Beban kerjaan, pikiran besok makan apa dan semua masalah lenyap seketika. Sepanjang perjalanan kita hanya berbincang apa yang akan kita lakukan hari ini. Yup, menemaninya bekerja di cafe karena sekarang masih jam WFH. Tak jemu aku memandangnya, sampai aku lupa harus mulai mengetik code.  Aku sudah memesan dua buah tiket nonton untuk kita, setelah bekerja kita makan di tempat biasa. Tempat dimana kita biasa makan bersama sebelum harus terpisah jarak. S...

Mencoba Menjadi Minimalis

  Meja kecil, tablet, stand tablet, charger, keyboard sepertinya sudah cukup. Satu hal yang wafa pelajari dari menjadi rapih adalah tak ada yang perlu dibereskan. Artinya, jika barangnya tidak ada maka tidak ada yang perlu dibereskan akhirnya menjadi rapih. Hal ini sepertinya yang juga menjadi salah satu prinsip minimalist. Sebenarnya, kita tak perlu banyak barang untuk hidup. Foto di atas wafa ambil saat menjadi responden penelitian untuk tinggal dan hidup selama seminggu di rumah D21 -- sebuah rumah sederhana yang kosong. Saat itu wafa hanya membawa beberapa pakaian, alat mandi dan beberapa device seperti foto di atas. Wafa kira ini akan menjadi hal yang sulit, ternyata tidak juga. Dengan hanya membawa barang itu, ternyata wafa masih merasa nyaman dan tidak terhalang untuk melakukan apapun. Sebuah tablet sudah cukup untuk google meet, menulis dan coding -- coding dengan syarat khusus. Wafa tetap bisa beraktifitas seperti biasa, menulis blog pun bisa. Tak hanya itu, di sana wafa h...

Pengalaman Memiliki Macbook Air

 Sebagai seorang programmer yang setiap hari berkutat dengan komputer atau laptop. Wafa merasa sangat senang dengan kehadiran macbook m1 yang beberapa waktu lalu wafa beli. Satu kalimat yang sepertinya wafa perlu bilang adalah ternyata ini yang selama ini wafa cari . Laptop memang piranti utama untuk wafa bekerja sehari-hari, termasuk untuk entertaiment mendengarkan musik, menonton dan menulis. Memiliki laptop yang tidak merepotkan adalah salah satu mimpi wafa. Setelah sebelumnya mempunyai laptop yang cukup lemot -- meskipun bagi sebagian besar orang laptop wafa sudah kebut. Wafa mencari sebuah laptop untuk bisa mengalahkan kecepatan wafa dalam mengorpasikannya. Ternyata inilah jawabannya. Sebelum tahu kalau laptop nya bakal rusak Kebetulan, beberapa waktu lalu wafa pergi ke Bandung. Saat perjalanan, wafa ingin melakukan update sistem, kemudian wafa membuka laptop berat dan besar dan melakukan update secepat mungkin sebelum baterianya habis. Saat itu laptop sengaja tak dimatikan, k...

Teman Adalah Aset?

Kalau kamu punya banyak teman, maka bahagialah. Setiap orang yang ada di dalam hidup mu adalah guru kehidupan, beberapa orang mungkin akan mengajari rasa sakit dan yang lain mengajari kebahagiaan mengajari indahnya menerima keadaan. Kebahagiaan dan rasa sakit sangat dibutuhkan untuk kita manusia biasa, bahkan ada beberapa orang yang sengaja mencari rasa sakit karena tak datang seacara alami. misanya makan pedas. Wafa adalah seorang pemalu yang sangat tertutup untuk orang baru, hal itu sudah wafa sadari sejak SMP dengan tak berani menatap mata seseorang ketika berbicara. Hal ini membuat wafa sering kali sulit mempunyai banyak teman. Jika kamu sudah mengenal wafa sejak lama kamu pasti tahu siapa teman wafa, ya itu-itu saja. Sebuah anugerah atau sebuah masalah memiliki sedikit teman, tapi dengan sedikit teman wafa bisa punya waktu untuk mengobrol lebih intens dengan orang-orang itu. Banyak hal yang sudah wafa pelajari dari obrolan-obrolan itu. Belajar dari ngobrol adalah salah satu cara ...

Cara Membeli Barang Biar Tidak Miskin

Beberapa orang bahkan youtuber membuat sebuah pernyataan menarik. Saya hanya akan membeli barang ketika sudah punya tabungan 10x dari harga barang tersebut. Namun sering kali itu tidak cocok dengan kita atau paling tidak wafa. Misalkan saja, wafa ingin punya sebuah laptop maka harganya 10 juta maka wafa harus punya tabungan paling tidak 100 juta. Namun, untuk mendapatkan uang 100 juta wafa juga perlu laptop. Bakal menjadi sebuah paradox jika pemasukan itu tidak kontinu. Misal saja, wafa ingin membeli IPhone SE2 dengan harga 7 jutaan maka butuh waktu yang sangat lama untuk bisa membelinya sampai IPhone itu sudah tak lagi trend dan wafa jadi ingin hp baru lain yang lebih canggih dan mahal. Lalu, wafa berpikir bagaimana jika ini di modifikasi saja. Bukan pada tabungannya, tapi pada kontribusi ke pemasukan. Lagi pula kalau kita lihat sebuah mesin uang (korporat) untuk mencapai BEP ( break event point ) butuh waktu yang lama, bisa di atas 1 tahun.  Menurunkan angka pengali menjadi lebih...

Profesional vs Amatir

Satu-satunya pekerjaan yang kamu bisa bilang " ah nanti dulu lah gua masih males " adalah pekerjaan di bidang kreatif, di antaranya adalah menulis blog, freelance, menjual foto di internet, youtuber dan lainnya. Disitulah perbedaan anatara profesional dan amatir. Coba bandingkan dengan seorang dokter yang gak mungkin menolak setiap pasien yang datang apalagi saat kritis. Guru SD yang harus berangkat tiap pagi. Karyawan yang harus berangkat pagi dan pulang sore. Itulah profesional. Mana yang akan bisa menghidupimu? tentu saja yang profesional. Jika kita sudah mendefinisikan sesuatu sebagai pekerjaan, maka tak ada alasan malas untuk menolaknya. Jika wafa ingin ngeblog  menjadi profesi dan menghidupinya, maka wafa harus profesional menjadi penulis blog. Tidak ada alasan malas lagi untuk tidak menulis artikel. Sekarang kamu ingin apa pekerjaanmu? menjadi penulis blog, youtuber atau freelance? Yuk, mulai menjadi profesional. Ingat besok senin.

Berburu Dolar di Shutterstock

Pernahkan dirimu membayangkan bisa menjual sesuatu ke seluruh dunia, tapi barang yang kamu jual tidak pernah berkurang? Inilah shutterstock, kamu bisa menjual foto yang kamu miliki agar banyak orang di dunia ini bisa membelinya untuk digunakan di berbagai keperluan. Satu foto bisa terjual berkali-kali. Shutterstock adalah sebuah platform untuk para fotografer atau desainer menjual lisensi karyanya. Jadi, ketika foto dari fotografer tersebut didownload orang, maka setiap download akan menghasilkan dolar untuk fotografernya. Wafa sedang mencoba untuk membangun portofolio di shutterstock dengan mengupload foto-foto yang diambil dari berbagai tempat dan objek. Agar foto dapat tampil dan mulai dijual, foto harus melalui tahap seleksi oleh pihak shutterstock. Dari pengalaman wafa selama menjadi kontributor di shutterstock, foto yang bisa diterima adalah yang fokus dan tidak ada noise. Kamu juga bisa ikut menjual foto seperti wafa di shutterstock melalui link berikut.

Proses vs Hasil

Ada orang yang pernah berkata kepada wafa, " jangan pernah tunjukkan prosesnya, tapi tunjukkan hasilnya. Sesungguhnya proses itu tidak ada yang peduli ". Sekarang wafa mulai mempertanyakana hal itu. Apakah benar kamu tidak peduli dengan proses pembuatan blog ini sampai lebih dari 100 artikel ini? Apakah kamu cuma peduli dengan hasilnya? bacaan yang ada. Setelah bertahun-tahun ada di internet wafa merasakan kalau proses itu tidak ada yang peduli sepertinya perlahan mulai menjadi benar. Tidak ada salahnya memang, mungkin ini hanya karena wafa hanyalah manusia dan hal yang terpenting dari manusia adalah dirinya sendiri, sehingga merasa penting untuk dihargai orang dan dibanggakan semua proses yang sedang dijalaninya. Orang lain pun manusia, mereka juga hanya mementingkan diri sendiri seperti wafa, menganggap diri mereka penting. Tidak ada yang perlu dirubah, hanya wafa saja yang perlu menyesuaikan dan membuat sebuah tujuan. " Mengapa itu semua penting untuk mereka? " T...

Cara menata kamar menjadi rapi dan tidak berantakan lagi

Membereskan kamar seringkali menyebalkan, sampai sering kita mencari cara untuk membuat bagaimana caranya agar kamar bersih dan tidak berantakan lagi. Kamar yang berantakan adalah kamar dengan barang-barang yang berada tidak sesuai tempatnya, atau tidak semestinya ada disitu. Misalkan kauskaki di meja belajar, laptop di tempat tidur dan selimut yang tidak terlipat. Alih-alih membereskan kamar sedikit demi sedikit, kamar sebaiknya dibereskan sekali saja tetapi menyeluruh. Tentu saja ini karena kamu pasti malas membereskan kamar seperti wafa. Konsep membereskan kamar sekali saja ini wafa dapatkan dari membaca buku dan menonton series di netflix.  Sekarang, coba kita terapkan setiap langkah yang ada di buku itu bagaimana membereskan kamar yang baik. 1. Bereskan per kategori, wafa sarankan mulai dari pakaian, buku dan alat tulis, barang lain, lalu dokumen 2. Mengumpulkan semua barang dalam satu tempat. Terdengar aneh memang, tapi dengan begitu kita bisa mengetahui barang ap...

Nasihat Dua Kitab

Hidup ini sering kali berat untuk dijalani. Kadang, setiap tindakan yang kita lakukan selalu salah dan memperburuk suasana. Tak hanya itu, rencana yang ingin dilakukan juga sepertinya salah. Lalu kita mencoba untuk mencari jalan keluar dari semua ini. Dari filosofi jawa yang pernah wafa pelajari, kita hidup di dunia ini hanya untuk mempelajari dua hal. Pertama kitab teles (buku basah) yaitu alam semesta dan kitab garing  (buku kering) yaitu orang tua.  Pernahkah kamu sadari, setiap sifat dari orang tuamu adalah sifatmu juga. Hal ini yang wafa sadari setelah mengenal konsep kitab garing. Orang sering sekali salah menilai diri sendiri, tapi sangat kritis dalam menilai orang lain. Maka gunakanlah kritis itu untuk mempelajari bagaimana orang tua kita mengambil keputusan, apa yang salah dan bisa diperbaiki. Jack Ma pernah berkata, untuk bisa menjadi orang yang sukses, maka bukan ikuti kesuksesan orang lain, tapi jangan mengulangi kesalahan orang lain. Dengan mempelajar...

Menjadi Orang dengan Gaya Hidup Minimalis

Gaya hidup minimalis mulai marak belakangan ini. Hal ini membuat wafa menjadi bertanya-tanya, apakah gaya hidup minimalis itu? Hidup minimalis adalah gaya hidup dengan merasa cukup dengan sedikit mungkin barang. Pada awalanya wafa sering salah memahami bahwa gaya hidup minimalis adalah tidak punya apa-apa, tapi kenyataanya tidak begitu. Hidup minimalis menggunakan setiap barang yang dimiliki dengan baik. Beberapa orang memiliki kebutuhan yang lebih banyak dari yang lain, sehingga beberapa orang akan punya lebih banyak barang dari yang lain. Apakah itu tetap dibilang minimalis? Ya. Semakin lama wafa mempelejari hidup minimalis, ternyata bukan hidup dengan sesedikit mungkin barang, tapi menggunakan setiap barang dengan baik. Namun, untuk barang yang tidak pernah dipakai, hidup minimalis bilang untuk buang saja. Karena, barang yang tidak penting sama dengan sampah. Banyak juga kelasahan memahami hidup minimalis dengan kamu perlu pakai barang-barang orang yang hidup minimali. M...

Cara Wafa Mendapatkan Uang dari Internet

Pertama, untuk kamu yang datang karena ingin cepat kaya dengan mendapatkan uang dari internet, kamu harus mundur. Jika mencari uang lewat internet itu mudah, maka wafa sudah tajir melintir sejak dulu. Pada kenyataannya mendapatkan uang dari internet tidak mudah, ada banyak tantangan dan trik yang harus dilalui. Kali ini wafa akan membagikan pengalaman apa saja yang pernah dan beberapa masih wafa lakukan sampai sekarang untuk mendapatkan uang dari internet. Beberapa mungkin tidak gratis, karena butuh modal untuk membuatnya. Tempat Kerja di Kosan Iklan Blog, Website dan Youtube Wafa sering kali suka membuat konten-konten berupa tulisan dan video. Setelah cukup banyak, lalu wafa mencoba berpikir bagaimana mendapatkan uang dari sana. Ternyata dari google, sudah menyediakan sebuah wadah bernama adsense. Sebelum marak orang menjadi youtuber dan mendapatkan uang dari adsense, wafa sudah lebih dulu mengenal adsense dari blog. Sudah beberapa tahun terakhir wafa memasang iklan di blog dan websi...

Menantang Takut

Sebuah foto yang di pagi hari yang dingin di jogja, diatas hamparan bumi yang tak datar. Wafa duduk menghadap utara Perjalanan memang tak berhenti disini. Setiap langkah dalam hidup adalah sebuah perjalanan yang perlu kita cintai dan kita perhatikan, setiap langkah itulah bukti kalau kita hidup. Sebuah jejak dari nabi Ibrahim A.S menjadi sangat penting karena membuktikan dirinya pernah ada disitu. Mungkin jejak wafa tak pernah menjadi sepenting itu, tapi paling tidak cukup penting bagi diri wafa sendiri. Setiap hal besar dalam perjalanan wafa kadang hanya disebabkan oleh hal-hal kecil, seperti kepakan sayap kupu-kupu yang bisa menghasilkan badai. Sebuah pemikiran dan ajakan "yok.." pun bisa menjadi sebab terjadinya perjalanan besar. Beberapa hal perlu dilawan untuk mendapatkan perjalanan yang sempurna, termasuk rasa takut. Seperti anomali air, yang membuat es tak didasar agar ikan-ikan di dalam laut tetap hidup karena temperatur yang tak beku, serta membuat hewan-...

Ngoding

Orang-orang sering memilih pekerjaannya, karena setiap orang punya arah dan tujuan dari hidupnya termasuk dalam hal bekerja. Beberapa teman wafa, sejak masa SMA dia ada yang sudah ingin bekerja di pertambangan, ada yang ingin kerja di kedokteran, ada yang ingin jadi wirausahawan, ada juga yang ingin kerja di rumah. Ini membuat setiap pilihan mereka menjadi mengarah pada hal-hal tersebut termasuk dalam hal memilih jurusan kuliah. Lalu bagaimana dengan wafa? Wafa datang dengan misi mendapatkan uang tanpa bekerja. Mungkin terlihat aneh, tapi ini sangatlah mungkin. Tapi untuk mencapai titik itu, wafa perlu bekerja keras dahulu. Saat ini wafa memilih ngoding sebagai pekerjaannya, mungkin bagi sebagian orang ini terlihat tidak menguntungkan karena bisa seharian di depan layar komputer sambil menekan-nekan papan ketik. Tapi nyatanya ngoding itu menantang, seperti menyelesaikan sebuah game tapi di dunia nyata. Banyak orang yang kecanduan game, mungkin ini juga sebabnya banyak yang kecandu...

Ujung Lembayung

Selamat pagi, di hari yang benar-benar pagi ini wafa terbanun. Wafa teringat lagi kenapa ada disini, kota jogja yang jauh dari kampung halaman. Seketika ingatan-ingatan datang. Tak hanya itu, bahkan masalah-masalah kembali datang. Masalah yang sebenarnya tidak perlu ada, karena ini hanya akibat kemalasan wafa. --- Masalah-masalah itu selalu menghantui wafa hampir di setiap malam. Entahlah, masalah kuliah ini sangat membuat wafa terpukul. Rasanya seperti terpukul lidi, kecil tapi perih. Beberapa orang sudah wafa hubungi ketika hening di malam hari tiba, karena di saat itulah wafa kembali di datangi masalah-masalah itu. Bukan untuk berdiskusi mengenai masalah ini, tapi mencoba bertanya bagaimana wafa bisa tidur di malam ini dan bangun tepat sebelum fajar datang. Tapi pada kenyataannya,  tidur di waktu yang tepat itu sulit. Karena bukan penyebab masalah tidur ini yang sebenarnya diatasi, tetapi hanya pergi dan menghindar dari masalah itu. Kuliah bukan hanya tentang masa depan, ...

Menjadi Pengantar Coklat Putih

"Hei Fa.. Boleh mita tolong?" ... "Oke, setuju" --- Tiba-tiba sahabat wafa yang ada di Lampung meminta tolong untuk mengantarkan cokelat ke seseorang. Siapa dia? itu juga menjadi pertanyaan wafa. Waktu itu, Sobat wafa (kita sebut saja andra) datang ke Jogja. Sudah sangat lama, mungkin 2 tahun sejak tulisan rilis. Andra datang ke kosan wafa yang sempit dan rumit (dengan kabel keleweran tak menentu), karena sedang ada di Semarang jadi menyempatkan untuk ke Jogja beberapa hari. Waktu itu wafa di ajak pergi ke salah seorang kenalannya yang kost di dekat Jl. Gejayan. Wafa dan Andra berangkat menggunakan sepeda dengan penuh semangat dan rasa penasaran. Setelah berputar-putar di kompleks yang benar-benar kompleks itu, akhirnya rumahnya ketemu. Ternyata di sebelah warung penjual eskrim. Wafa beli saja satu, sambil menunggu wanita itu keluar dari rumah. Duduk, sambil memakan eskrim. Begitu saja, setelah sedikit berkenalan juga dengan wanita itu. Namanya Valen....

Sekelumit Kegiatan Di Desa

Liburan hampir usai, waktu-waktu kosong hampir hilang. Sekarang, waktunya wafa kembali kepada aktifitasnya sebagai mahasiswa. Lagi, wafa harus meninggalkan kampung halaman untuk beberapa bulan kedepan. Beberapa rencana telah di siapkan untuk wafa selama di Jogja kota yang istimewa. Tetapi sebelum wafa berangkat ke Jogja, wafa mencoba mengingat kembali apa-apa saja yang wafa lakukan selama liburan ini. Memasak Bubur Tak banyak yang wafa lakukan selama liburan ini selain makan dan tidur. Sebuah perbaikan gizi katanya, dengan makan dan tidur yang terjamin. Tak seperti di saat di Kosan, Wafa tak perlu memikirkan lagi harus makan kemana dan makan apa. Wafa hanya perlu ke dapur lalu mengambil nasi dan lauk sepuasnya (yang penting satu rumah kebagian). Dalam sehari wafa bisa sampai empat kali makan. "Hadeh faa.. banyak amat makanmu". Mungkin memang sudah dasarnya begini, meskipun makan banyak tetap saja badan segini-gini aja. Dalam hal tidur, wafa tak banyak cerita. Mung...

Pulang Kampung

Tak terasa bulan Januari sudah hampir terlewati, bulan pertama di tahun 2019. Seperti tahun-tahun sebelumnya, wafa pulang ke kampung halaman.  "Perjalanan mencari cerita hidup" membawa wafa jauh dari rumah dimana wafa dilahirkan. Keinginan untuk pulang memang pasti selalu ada untuk kita yang pergi jauh, begitupun wafa. Karena ini libur panjang wafa akan pulang. Seperti biasa, wafa menggunakan mode transportasi yang paling murah. Memang tak menjamin akan selalu ada angkutan. Wafa mulai mulai memesan tiket dari bulan desember dan berencana tanggal 1 atau 2 Januari pulang kampung. Tapi apa daya, tiket untuk tanggal segitu sudah habis. Akhirnya wafa dapat tanggal 3 Januari, eh pas sudah siap-siap di tanggal itu, wafa mendapatkan telfon dari agen bus. Katanya, bus untuk hari ini tidak jadi berangkat dan akan diganti tanggal 5 Januari. Yasudah, akhirnya wafa pulang tanggal 5 Januari, meskipun hati sedikit kesal karena tak bisa pulang lebih cepat. Perjalanan yang tak jelas, ...