Langsung ke konten utama

Postingan

Butiran Pasir

Kebahagaian kita hanya butiran pasir dari hamparan pantai semesta yang tak hingga, tapi itu sangat besar bagi hidup kita. Berboncengan dengan seseorang yang kita sayang setelah lama sekali tak jumpa mungkin hanya sebuah titik kecil di langit malam, nampun itu sangat indah bagiku. Sinarannya masih aku ingat sampai sekarang, bahkan seterusnya. Dimulai dengan pertemuan di stasiun yang aku takut tak bisa mengenalinya. Namun, dia tetap catik seperti dulu. Memanggilku dengan membawa oleh-oleh kebahagiaan. Aku hanya merasa bahagia, itu saja. Beban kerjaan, pikiran besok makan apa dan semua masalah lenyap seketika. Sepanjang perjalanan kita hanya berbincang apa yang akan kita lakukan hari ini. Yup, menemaninya bekerja di cafe karena sekarang masih jam WFH. Tak jemu aku memandangnya, sampai aku lupa harus mulai mengetik code.  Aku sudah memesan dua buah tiket nonton untuk kita, setelah bekerja kita makan di tempat biasa. Tempat dimana kita biasa makan bersama sebelum harus terpisah jarak. S...

Hobi Mengobrol

Ini Wafa, beberapa orang sering menganggap wafa adalah orang pendiam. Tapi sebenarnya wafa sangat senang mengobrol. Kemarin, wafa menelpon salah satu teman yang lama tak mengobrol, senang sekali rasanya bisa mengobrol kembali.  Hal menarik dari mengobrol adalah tentang kita bisa membayangkan serunya cerita-cerita dan kisah setiap orang. Berbeda dengan buku, kita bisa langsung menanggapi apa yang diceritakan dan sering kali membuatnya beda ketika diceritakan kembali. Kenapa orang senang sekali jika ada pagelaran wayang kulit? sedangkan ceritanya sama aja. Lalu kenapa orang-orang berdatangan untuk menyaksikan?. Jawabanya, karena meskipun ceritanya sama, tapi jika diceritakan kembali pasti berbeda setiap kali diceritakan. Perbedaannya tentang guyon-guyonan yang bertambah, detail dari cerita yang membuatnya seru, bagaimana pikiran si pencerita juga bisa berpengaruh pada ceritanya. Wafa percaya, setiap orang pasti punya cerita menarik di setiap hidupnya. Tapi sayangnya, wafa sering suli...

Pisuan 1

 Pisuan = Tempat wisuh  (cuci tangan) nyekel pisuan #1 Habisin jatah gagal? sing jenenge taek yo tetep taek, kudu dadi kompos sek ben payu.  #2 Gak kabeh wong ki bal kasti, sing di antem neng lantai bakal mendal. Enek wong-wong sing koyok taek, diantem neng lantai malah lengket muambu, njepret nandi-nandi, masio wes diangkat tetep wae lantaine sek mambu. #3 People don't care.   #4 Pie carane sukses? mboh, nek aku ngerti aku wes sukses. Sek, sukses menurutku opo menurutmu? *post ini bakal diupdate berkala.  

Curhatan Pekerja Lepas

Gaji per jam terilihat menggiurkan, namun bulan ini wafa dapat gaji kurang dari 1 juta dalam sebulan. Ternyata, setelah berjalan beberapa bulan gaji per jam juga memiliki kelemahan, meskipun dengan gaji per jam bisa datang dan pergi sesuka hati. Namun kalau banyak libur, ya efeknya gak dapat apapun. Ruang Kerja Wafa Karena tak mampu bangun pagi setiap hari, punya rasa malas yang tinggi dan pengen kerja yang fleksibel wafa menyanggupi untuk kerja per jam dengan waktu yang fleksibel -- jebakan marketing pekerjaan. Memang sangat menguntungkan, wafa sering berangkat jam 10 dan pulang jam 15 saat hari biasa, atau saat rajin bisa lembur sampai malam. Namun, wafa baru ingat kalau gaji per jam harganya sama antar siang dan malam, efeknya lembur pun gajinya sama -- sial. Tapi tidak apa, semua memang ada harga yang harus dibayar. Gaji kecil karena lagi males berangkat dan pengen libur, kerja overtime dengan gaji yang sama. Tapi untunglah dengan kerja perjam wafa masih bisa mengerjakan pekerjaan ...

Kehilangan Pagi

 Pernahkah kamu mendambakan melihat mentari pagi yang menyegarkan. Jika pernah, maka kita sama sekarang. Wafa sudah cukup lama tidak melihat matahari terbit, bukan karena cuaca tapi jam kita yang berbeda. Saat matahari mulai terbit, itu saatnya tidur.  Sebagian besar orang pasang alarm untuk bangun, tapi wafa justru pasang alarm untuk tidur. Itu pun masih gagal membuat wafa tidur cepat normal seperti orang pada umumnya. Memang masa yang sulit, terutama sulit untuk tidur. Kucing Tidur Jam tidur aneh ini cukup mengganggu, bahkan wafa sampai beberapa kali tak berangkat untuk ujian karena tidur. Tak hanya itu, banyak kesempatan yang harusnya pagi bisa hilang sia-sia. Wafa pernah harus pergi ke semarang untuk menghadiri pengumuman lomba, tapi malah tidurn nyenyak di kosan. Foto indah menang membawa piala pun tidak ada, semua terwakilkan oleh teman satu tim. Begitu pula saat lomba di UNY. Pengumuman sore pun wafa justru tidur, sampai teman satu tim datang ke kosan untuk membangunkan...

Hidup Berasama Voucher

Pulang bekerja wafa langsung pesan sebuah makanan online, dengan harga awal 30rb dan setelah diskon menjadi 12rb. Pengalaman yang luar biasa, ketika wafa hidup di desa banyak hal seperti ini yang tidak bisa dinikmati. Tak semua hal di kota menjadi lebih mahal. Terkadang justru lebih murah. Mungkin ini juga yang membuat banyak orang pergi ke kota. Kemudahan-kemudahan ini sulit sekali ditemukan di desa. Diskon-diskon yang menggairahkan juga sulit ditemukan di desa. Kadang hidup di kota tak sesulit yang dibayangkan. Tapi mungkin itu penuh kelicikan. Tak disadari diskon-diskon itu perlahan berkurang dan makanan yang kita beli sedikit demi sedikit harganya naik. Beberapa waktu lalau diskon nya 60% dengan minimum pembelian 25rb, kemudian minimum pembelian menjadi 30rb dan sekarang diskon menjadi 55% dan minimum pembelian 30rb. Wafa curiga diskon-diskon ini menggunakan konsep yang mirip dalam buku atomic habit. Untuk merubah sebuah kebiasaan perlu dilakukan sedikit demi sedikit. Awalnya kita ...

Mencoba Menjadi Minimalis

  Meja kecil, tablet, stand tablet, charger, keyboard sepertinya sudah cukup. Satu hal yang wafa pelajari dari menjadi rapih adalah tak ada yang perlu dibereskan. Artinya, jika barangnya tidak ada maka tidak ada yang perlu dibereskan akhirnya menjadi rapih. Hal ini sepertinya yang juga menjadi salah satu prinsip minimalist. Sebenarnya, kita tak perlu banyak barang untuk hidup. Foto di atas wafa ambil saat menjadi responden penelitian untuk tinggal dan hidup selama seminggu di rumah D21 -- sebuah rumah sederhana yang kosong. Saat itu wafa hanya membawa beberapa pakaian, alat mandi dan beberapa device seperti foto di atas. Wafa kira ini akan menjadi hal yang sulit, ternyata tidak juga. Dengan hanya membawa barang itu, ternyata wafa masih merasa nyaman dan tidak terhalang untuk melakukan apapun. Sebuah tablet sudah cukup untuk google meet, menulis dan coding -- coding dengan syarat khusus. Wafa tetap bisa beraktifitas seperti biasa, menulis blog pun bisa. Tak hanya itu, di sana wafa h...