Langsung ke konten utama

Postingan

Wanita adalah Sawah

Pak Wafa dan Bu Wafa Kita pasti sering mendengar hal tersebut, tapi kita sering memperlakukannya tidak seperti sawah. Wafa mencoba untuk memaknai ungkapan ini. Sebagai anak seorang petani, wafa pasti tahu bagaimana seorang petani mengurus sawahnya. Pertama adalah hal-hal yang diperlukan sawah. Banyak hal yang diperlukan sebuah sawah dan hal yang paling utama adalah sawah sangat butuh perhatian. Kamu tidak bisa membiarkan sawahmu begitu saja. Perhatian ini dimulai dari saat akan menanam bibit sampai pasca panen. Begitupun wanita yang memerlukan perhatian dari sang penggarap sawah. Setiap hari wanita perlu perhatian, mulai dari hal-hal kecil seperti menanyakan kabar, sampai hal-hal yang mendalam seperti perasaannya. Ketika mulai memasuki masa menanam bibit, petani perlu setiap pagi menjaga sawah tetap basah, serta tak ada burung yang hinggap untuk merusak tanaman. Begitupun seorang pria harus menjaga wanitanya tetap bahagia dan tak sampai direbut yang lain. Ketika hujan tiba...

Menantang Takut

Sebuah foto yang di pagi hari yang dingin di jogja, diatas hamparan bumi yang tak datar. Wafa duduk menghadap utara Perjalanan memang tak berhenti disini. Setiap langkah dalam hidup adalah sebuah perjalanan yang perlu kita cintai dan kita perhatikan, setiap langkah itulah bukti kalau kita hidup. Sebuah jejak dari nabi Ibrahim A.S menjadi sangat penting karena membuktikan dirinya pernah ada disitu. Mungkin jejak wafa tak pernah menjadi sepenting itu, tapi paling tidak cukup penting bagi diri wafa sendiri. Setiap hal besar dalam perjalanan wafa kadang hanya disebabkan oleh hal-hal kecil, seperti kepakan sayap kupu-kupu yang bisa menghasilkan badai. Sebuah pemikiran dan ajakan "yok.." pun bisa menjadi sebab terjadinya perjalanan besar. Beberapa hal perlu dilawan untuk mendapatkan perjalanan yang sempurna, termasuk rasa takut. Seperti anomali air, yang membuat es tak didasar agar ikan-ikan di dalam laut tetap hidup karena temperatur yang tak beku, serta membuat hewan-...

Duit oh Duit

Orang-orang sering mencari benda ini, yang kemudian mengharap bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan. Beberapa minggu terakhir ini wafa merasakannya, mendapatkan uang yang jumlahnya tak seperti biasanya. Mungkin ini yang dirasakan ketika mendapatkan uang dari hasil bekerja setelah sebelumnya diberi uang bulanan yang jumlahnya pas -- pas untuk makan dan keperluan kuliah -- tanpa bisa menabung. Koin Rupiah Godaan-godaan pun datang, setelah semua kebutuhan mulai dapat dibeli satu per satu. Mulai dari mengganti sepatu yang sudah jebol, beli sendal karena tak punya, beli kursi agar kalau ngoding  ada tempat untuk bersandar sampai papan ketik untuk mengetik di hp layar lebar. Semuanya dapat terpenuhi, sampai lama-lama antara kebutuhan dan keinginan sulit untuk dibedakan. Disinilah pertempuran antara “hari esok yang lebih baik” dan “hidup cuma sekali” berlangsung. Seperti burung yang keluar dari sangkar -- kurungan karena tak punya banyak uang. Semuanya ingin di beli, tapi...

Ngoding

Orang-orang sering memilih pekerjaannya, karena setiap orang punya arah dan tujuan dari hidupnya termasuk dalam hal bekerja. Beberapa teman wafa, sejak masa SMA dia ada yang sudah ingin bekerja di pertambangan, ada yang ingin kerja di kedokteran, ada yang ingin jadi wirausahawan, ada juga yang ingin kerja di rumah. Ini membuat setiap pilihan mereka menjadi mengarah pada hal-hal tersebut termasuk dalam hal memilih jurusan kuliah. Lalu bagaimana dengan wafa? Wafa datang dengan misi mendapatkan uang tanpa bekerja. Mungkin terlihat aneh, tapi ini sangatlah mungkin. Tapi untuk mencapai titik itu, wafa perlu bekerja keras dahulu. Saat ini wafa memilih ngoding sebagai pekerjaannya, mungkin bagi sebagian orang ini terlihat tidak menguntungkan karena bisa seharian di depan layar komputer sambil menekan-nekan papan ketik. Tapi nyatanya ngoding itu menantang, seperti menyelesaikan sebuah game tapi di dunia nyata. Banyak orang yang kecanduan game, mungkin ini juga sebabnya banyak yang kecandu...

Kotak Semen

Beberapa minggu terakhir, wafa disibukkan dengan hal yang dia sukai. Ngoding , mungkin itu yang sering orang sebut. Tapi, post ini bukan tentang itu. Tapi tentang permohonan maaf ku kepada banyak orang, yang mungkin melihatku seperti sombong. Bukan aku tak mau menyapa, hanya saja wajahmu tak terlihat jelas. Menghadap layar laptop berjam-jam di dalam kotak semen ini, sambil menekan-nekan papan tombol, sudah menjadi rutinitas tiap pagi, siang bahkan malam hari. Ketika istirahat, wafa hanya mencobanya untuk tidur dan makan. Seru memang, dengan beberapa pundi-pundi yang bisa wafa dapatkan, serta kepuasan ketika output dari program sesuai dengan harapan. Meskipun terkadang butuh waktu berjam-jam untuk mencari error dan coba membaca kembali kode-kode itu. Mungkin memang karena aku selalu melihat dekat, aku merasa penglihatanku mulai kabur ketika melihat jauh. Akhirnya, aku tak bisa melihat dengan jelas orang-orang yang cukup jauh dariku. Karena takut salah menyapa orang, aku memutus...

Hadir di Sini dan Saat Ini

Ini adalah tentang buku yang wafa baca belakangan ini. Memang belum sampai tuntas, tapi wafa sudah menangkap sebagian apa yang ada didalam buku tersebut. Sebuah konsep yang sangat menarik, yakni "Hadir disini dan saat ini". --- Ceritanya dimulai pada hari jumat ketika wafa bangun pagi dan berangkat kuliah. Seperti biasa, terlambat masuk beberapa menit. Kelas tentu sudah sangat penuh. Akhirnya wafa duduk di bangku paling belakang. Dengan suara bapak dosen yang pelan dan tulisan di papan tulis yang kecil. Ketika itu, wafa melihat kekanan dan kiri. Memperhatikan orang memang sudah menjadi kegemaran wafa. Lalu, wafa teringat konsep ini. Berenang Bersama Dunia maya menjadi dunia baru yang hampir setiap orang masuk dan keluar sesuka hatinya. Begitupun ketika kuliah berlangsung.  Banyak yang membuka gadget -nya yang begitu canggi, lalu asyik scroll dengan jempolnya untuk melihat sekeliling dunia itu. Sampai-sampai banyak yang lupa dengan apa yang ada didepannya -- kuli...

Barisan Hari

Terjawab sudah semua pertanyaan-pertanyaan tentang cinta. Perjalanan pengembaraan terlah berlabuh pada suatu pulau yang sangat indah. Meski begitu, pasti pulau tersebut menyimpan banyak misteri yang harus dipecahkan dengan menjelajahi setiap sudutnya. Bagaimanapun, rasa penasaran tentang sisi dibalik pulau ini selalu ada. Seperti rasa penasaran apa yang ada di sisi seberang bulan yang bersinar dan menemani setiap malam. Penjelajahan Taukah kamu? sebelumnya setiap malam wafa terobang-ambing di tengah samudera yang sangat luas. Meskipun berada di bawah bintang-bintang di langit yang indah, itu tak cukup. Indahnya, samudera ini tak memberikan wafa apa-apa selain sepi. Seluruh penjuru mata angin adalah air, hanya persediaan makanan yang tersisa di kapal dan hanya ikan-ikan di laut yang masih perlu di buru. Hanya polaris yang selalu menjadi penunjuk arah dan tak pernah bergeser. Penjelajahan dimulai, menjejakkan kaki di setiap sudut pulau ini merupakan sebuat tujuan utama. Rencan...