Langsung ke konten utama

Menikmati Sepi Sendiri

Rindu ini masih mendelik, akankah terjawab sunyi.


Mereka bilang ini normal yang baru,

Kubilang ini yang kurindu.

Menikmati sepi sendiri, menunggu kapan aku berani...

Mengakhiri..."


Terimakasih untuk tetap peduli kepadaku disaat semua hal pergi, orang-orang mulai enggan denganku dan tak ada untungnya untukmu, tapi engkau ada memberi sebuah kata yang membuat aku bergerak. Penantian kapan aku berani mengakhiri, kiti telah terjawab.

Aku dengan segala pikiran dan masalah-masalah yang masih menumpuk, yang kurindukan hanyalah menikmati sepi sendiri. Tapi bukan itu yang sebenarnya aku butuhkan, aku hanya butuh mengakhiri dan menjadi pemberani. Seorang kesatria yang hanya takut tak bisa menjaga prinsip dalam hidupnya, seorang kesatria yang takut tak bisa menepati janji, seorang kesatria yang hanya takut tak bisa mengalahkan diri sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Wafa Saat Menang Lomba

Hari ini adalah hari dimana lomba final berlangsung, tapi Wafa tetap saja malas-malasan untuk berangkat. Sebenarnya Wafa sudah bangun sejak pagi, tapi ketika matahari beranjak naik wafa gak segera beranjak dari tempat tidur. Akhirnya, seperti biasa wafa buru-buru lagi. Tapi, tak apalah wafa sudah terbiasa dengan kegiatan terburu-burunya tiap pagi. Pada hari minggu yang cerah ini biasanya wafa harus melanjutkan tidurnya sampai siang, tapi wafa harus pergi dengan tergesa-gesa dan penuh kantuk. Saat lihat jam sudah pukul delapan pagi, dan panasnya mentari pagi yang masuk ke jendela. Barulah wafa beranjak dari tempat tidur empuknya yang selalu menemani tidur panjangnya di siang dan malam hari. Padahal di jadwal wafa diundang pada pukul 8, tapi wafa masih sibuk mandi dan bersiap-siap. Tak lupa parfum biru, baju hijau serta jas almamater yang sudah lama sekali gak wafa pakai. Kini hari bersejarah bagi wafa dimana bisa memakai jas almamater kebanggaan, karena terlalu bangganya sampai lama...

Monumen Jogja Kembali Dengan Berjuta Misteri

Monumen Jogja Kembali atau sering disebut Monjali adalah sebuah museum yang berada di Ringroad utara, Sleman, Yogyakarta. Aku kesana bersama temanku bernama Ishlah. Karena kami memang belum pernah kemari sebelumnya, maka kami mencoba kemari meski sebelumnya ingin ke museum merapi. Bagi teman-teman yang ingin melihat dan mengenang perjuangan masyarakat Indonesia terutama wilayah Yogyakarta, ini merupakan tempat yang cocok untuk dikunjungi. Letak dari Monumen Jogja Kembali yang strategis, memang membuat monjali mudah ditemukan dan menjadi pilihan wisata kami. Pertama kali masuk, kita harus membayar tiket sebesar Rp. 10.000,- yang menurut kami sangat murah. Kita bisa langsung menuju mojali. Pertama kali yang dapat kita lihat, adalah betapa uniknya museum ini dengan bentuk kerucut. Monjali memiliki tiga lantai yang akan kita kunjungi satu per satu. Lantai Pertama Saatnya mengunjungi lantai pertama.Di lantai pertama, terdapat beberapa ruangan yang setiap ruangan berisi benda b...

Tugas Kuliah Yang Menggila

Tugas Kuliah, mungkin kalian akan selalu mendengar itu jika kalian sedang menempuh pendidikan tinggi. Bagaimana jika tugas kuliah sangat banyak?, mungkin kamu akan kualahan untuk mengerjakannya. Saat kuliah, kita dituntut untuk dapat mengatur waktu dengan baik. Bagaimanapun kita tidak akan lepas dari kegiatan-kegiatan diluar kuliah. Berikut ini akan aku ceritakan bagaimana pengalamanku dari semester 1 sampai semester 4 dan peningkatan tugasku. Semester 1 Semester pertama adalah semester dimana transisi dari dunia SMA meuju dunia perkuliahan. Sangat terasa bagaimana perbedaan yang mendalam antara SMA dan Kuliah. Saat SMA setiap pelajaran terjadwal dengan rapih. Tetapi, saat kuliah jadwal memang terjadwal, tapi terkadang ada kuliah pengganti yang jadwalnya bisa kapan saja, bahkan hari minggu atau hari libur lainya. Tetapi, pada semester ini tugas sangat jarang sekali. Mungkin kita akan merindukan yang namanya tugas itu. Tidak seperti jurusan lain yang pada semester pertama disib...

Kisah Kasih Nyata - Menatap Langit

Malam ini, Wafa sering menatap langit, tetapi langit malam ini berbeda. Biasanya wafa menatap langit sendiri. Tetapi, malam ini wafa berdua bersama teman yang juga tertarik dengan dunia astronomi sebut saja si kecil. Sebenarnya, sejak lama wafa ingin menatap langit berdua bersama seseorang (dirahasiakan). Memang untuk hal itu terkabul sangat sulit, apalagi wafa dan dia terpisah jarak yang jauh. Ketika malam ini langit begitu indah, dia tetap ada di jarak yang sangat jauh. Sepertinya impian untuk melihat bintang bersama kian sulit untuk terkabul. Ditambah hati wafa dan dia yang sudah semakin jauh. Cukuplah teropong kecil sederhana yang akan menemani dia melihat bintang ketika wafa jauh. Sementara wafa sudah melupakan dia, tiba-tiba dalam hati wafa berkata, " sayang sekali si mungil gak ikut, padahal langitnya bagus banget ". Sebenarnya wafa sudah mengajak si mungil, tetapi gagal. Akhirnya wafa hanya berdua dengan si kecil. Wafa dan si kecil memang sudah mempersiapkan s...

Fase Menganggur

Semua orang pasti mengalami " fase menganggur ". Sebuah keadaan yang seakan diri ini  berada di sebuah persimpangan yang banyak, namun harus memilih satu jalan. Fase ini biasanya dilalui oleh kita yang baru saja menyelesaikan perlajanan panjang sekolah lalu akan masuk ke kehidupan yang sesungguhnya. Sebuah kehidupan mandiri dengan diharapkan nyaman, namun ternyata tidak mudah untuk dijalani. Masalah yang datang tak hanya dari diri sendiri, namun tekanan dari luar lah yang kandan justru lebih menyakitkan. Misalkan dihujam pertanyaan template " kerja dimana? " sedangkan kita masih menganggur dan scroll hp ini. Menentukan jalan karir bukan perkara yang mudah, karena itu bukan cuma kehendak kita sendiri. Misalnya wafa ingin menjadi profesor, maka harus ada suatu lembaga yang menyatakan wafa sebagai profesor agar kehendak itu terjadi. Well, karir juga bisa berubah karena banyak hal, termasuk sering ditolak. Banyak kisah sukses yang kita dengar orang tidak lol...