Langsung ke konten utama

Postingan

Barisan Hari

Terjawab sudah semua pertanyaan-pertanyaan tentang cinta. Perjalanan pengembaraan terlah berlabuh pada suatu pulau yang sangat indah. Meski begitu, pasti pulau tersebut menyimpan banyak misteri yang harus dipecahkan dengan menjelajahi setiap sudutnya. Bagaimanapun, rasa penasaran tentang sisi dibalik pulau ini selalu ada. Seperti rasa penasaran apa yang ada di sisi seberang bulan yang bersinar dan menemani setiap malam. Penjelajahan Taukah kamu? sebelumnya setiap malam wafa terobang-ambing di tengah samudera yang sangat luas. Meskipun berada di bawah bintang-bintang di langit yang indah, itu tak cukup. Indahnya, samudera ini tak memberikan wafa apa-apa selain sepi. Seluruh penjuru mata angin adalah air, hanya persediaan makanan yang tersisa di kapal dan hanya ikan-ikan di laut yang masih perlu di buru. Hanya polaris yang selalu menjadi penunjuk arah dan tak pernah bergeser. Penjelajahan dimulai, menjejakkan kaki di setiap sudut pulau ini merupakan sebuat tujuan utama. Rencan...

Cicak

Aku sering menyamar menjadi cicak untuk memantau wafa di kamarnya. Selain kecil, keuntungan menjadi cicak adalah gesit. Meskipun wafa sering melihatku, tapi aku selalu bisa lari cepat dan tak tertangkap. Memperhatikan dunia adalah kegemaranku. Meskipun duniaku sempit, hanya di dunia maya dan sekarang mencoba menyamar menjadi cicak seperti ini membuatku hanya melihat wafa dan kamarnya saja. Sesekali, aku naik ke atas atab sih, mengikuti wafa yang sering kesana juga. Aku belakangan ini sering melihat wafa hanya berbaring dan melamun jauh. Tentu saja, di kamar sesempit ini jika melihat keatas hanya lampu kecil yang wafa lihat. Kalau kamu sering melihat instagramnya pasti kamu tahu lampu yang mana. Tebakanku sih wafa sedang jatuh cinta. Soalnya kalau aku lihat, beberapa kali dia chattingan sambil senyum-senyum sendiri. Aneh. Aku sering mencoba melihat apa yang ada di hapenya. Tapi, tiap aku mendekat pasti wafa selalu melihatku. Kan aku jadi takut, akhirnya aku lari aja. ...

Cerita Langit

Kita mulai dari Pengetahuan paling luar biasa dari manusia adalah manusia tahu kalau dia tak tahu apa-apa. Hal ini membuat manusia selalu belajar. Akibatnya manusia lebih bercaya kepada "ilmu pengetahuan" karena menyajikan harapan yang dianggap lebih pasti daripada percaya kepada orang-orang tertentu untuk tetap menerima apapun (yang terjadi di abad-abad sebelumnya). Manusia mencoba mendobrak hal-hal yang awalnya takut untuk dimasuki karena itu tabu. Itulah yang wafa rasakan ketika melakukan perjalanan sebentar tapi panjang. Perjalanan dimulai dari Teknik, Sains, Geografi, Politik, Ekonomi sampai Budaya. Sekarang ini, berjalan kaki cukup jauh sudah mulai dianggap tabu. Apalagi, menikmati berjalan kaki. Mungkin beberapa orang masih seperti wafa yang menikmati jalan kaki itu. Wafa selalu mesara jika ketika kamu berjalan menggunakan kaki,  kamu bisa lebih memperhatikan semesta ini. Kamu tak akan pernah tahu kalau pedagang meninggalkan dua buah kompor gas di dalam gerobak ...

Ujung Lembayung

Selamat pagi, di hari yang benar-benar pagi ini wafa terbanun. Wafa teringat lagi kenapa ada disini, kota jogja yang jauh dari kampung halaman. Seketika ingatan-ingatan datang. Tak hanya itu, bahkan masalah-masalah kembali datang. Masalah yang sebenarnya tidak perlu ada, karena ini hanya akibat kemalasan wafa. --- Masalah-masalah itu selalu menghantui wafa hampir di setiap malam. Entahlah, masalah kuliah ini sangat membuat wafa terpukul. Rasanya seperti terpukul lidi, kecil tapi perih. Beberapa orang sudah wafa hubungi ketika hening di malam hari tiba, karena di saat itulah wafa kembali di datangi masalah-masalah itu. Bukan untuk berdiskusi mengenai masalah ini, tapi mencoba bertanya bagaimana wafa bisa tidur di malam ini dan bangun tepat sebelum fajar datang. Tapi pada kenyataannya,  tidur di waktu yang tepat itu sulit. Karena bukan penyebab masalah tidur ini yang sebenarnya diatasi, tetapi hanya pergi dan menghindar dari masalah itu. Kuliah bukan hanya tentang masa depan, ...

Menjadi Pengantar Coklat Putih

"Hei Fa.. Boleh mita tolong?" ... "Oke, setuju" --- Tiba-tiba sahabat wafa yang ada di Lampung meminta tolong untuk mengantarkan cokelat ke seseorang. Siapa dia? itu juga menjadi pertanyaan wafa. Waktu itu, Sobat wafa (kita sebut saja andra) datang ke Jogja. Sudah sangat lama, mungkin 2 tahun sejak tulisan rilis. Andra datang ke kosan wafa yang sempit dan rumit (dengan kabel keleweran tak menentu), karena sedang ada di Semarang jadi menyempatkan untuk ke Jogja beberapa hari. Waktu itu wafa di ajak pergi ke salah seorang kenalannya yang kost di dekat Jl. Gejayan. Wafa dan Andra berangkat menggunakan sepeda dengan penuh semangat dan rasa penasaran. Setelah berputar-putar di kompleks yang benar-benar kompleks itu, akhirnya rumahnya ketemu. Ternyata di sebelah warung penjual eskrim. Wafa beli saja satu, sambil menunggu wanita itu keluar dari rumah. Duduk, sambil memakan eskrim. Begitu saja, setelah sedikit berkenalan juga dengan wanita itu. Namanya Valen....

Sengaja Duduk di Dekat Jendela

Pagi-pagi wafa terbangun dengan bunyi dering jam menyambutnya. Sedikit melirik ke benda warna hijau itu dan mulai mengambilnya. Mencari tombol off agar tak bunyi lagi. Kasur dan selimut masih menggoda untuk melanjutkan tugasnya. Tapi, wafa bertekat untuk melawannya. Meskipun sulit, akhirnya wafa dapat melawan itu semua dan bergegas menuju kamar mandi. Dingin... pagi yang sangat dingin. Di Jendela Yang Berbeda dan Waktu Yang Tak Sama Tapi ketika jam mulai mendekati angka 7 kepala pusing. Tak bisa menahan, wafa akhirnya tumbang dengan rasa kantuk dan selimut mulai mencoba mengikat wafa. Akhirnya, wafa masuk kedalam dunia aneh itu, tempat dimana peperangan terjadi untuk mencapai puncak gunung tertinggi. --- Pagi tak penting berlalu lagi, wafa membuang waktu yang berharga ini. Entah kenapa wafa akhirnya ke perpustakaan di fakultasnya, mungkin dia sudah muak dengan kebiasaan buruknya yang tak kunjung hilang -- bolos tanpa alasan yang benar-benar tanpa alasan. Sebelumnya wafa su...

Tiba di Masa Depan

Tiba-tiba wafa terbangun di pagi hari. Seperti ditampar, wafa kaget. Kaget bukan karena kesiangan, tapi kali ini wafa kaget karena hari ini bisa bangun lebih awal dari biasanya. Sepertinya sekarang wafa sudah bisa mengetri bagaimana mengendalikan tubuh untuk bisa bagun dan tidur. Hari ini cukup spesial, karena wafa bisa masuk di perkuliahan jam 7 tanpa terlambat dan tanpa sakit kepala. Minggu-minggu sebelumnya, wafa tak bisa datang ke kampus karena tak bangun dan kadang sakit kepala. Sebuah alasan klasik yang sering kita dengar. Pagi ini luar biasa, wafa sempat untuk mencuci pakaian tanpa terlambat kuliah. Keajaiban di pagi hari. Tapi yang lebih ajaib adalah ketika wafa masuk kedalam kelas dan mengikuti perkuliahan wafa seperti tiba di masa depan. Seperti banyak yang hilang dari minggu-minggu sebelumnya dan tiba di masa depan. Tentu saja, wafa tak bisa apa-apa pagi ini. Melihat transformasi laplace yang secara ajaib memangkas berbagai metode-metode penyelesaian PDO homogen m...