Langsung ke konten utama

Postingan

Ketika Bumi Semakin Padat

  Ketika Sawah Masuk Museum Ketika wafa pergi ke jogja national museum melihat sawah terhampar didalam salah satu ruangan, kemudian wafa tertegun. Mungkinkah suatu saat akan begini? mungkin saja, sekarang harga tanah sudah semakin meroket. Seperempat hektar tanah saja bisa membuat seseorang di tuban menjadi kaya raya dalam waktu sekejap. Tapi seperempat hektar juga bisa merenggut beberapa bulan gaji guru sd honorer di lampung lenyap agar menjadi dua kali lipat saat panen tiba. Setenah hektar juga cukup untuk membangun rumah semua anak dari sebuah keluarga kecil. Tanah mungkin semakin tak bernilai bagi seorang petani yang hanya mendapatkan 1,5 ton padi dalam satu-satunya panen dalam setahun untuk seperempat hektar tanahnya, kecuali menjual tanah itu. Lalu wafa tak kuat untuk melanjutkan ceritanya dan tidur. Karena, ingat total gaji bulan ini hanya cukup untuk membeli tanah setengah meter persegi dan kalau mau berbaring di tanah seluas itu perlu membentuk diri seperti trenggiling.

Sebelum Lupa Berimajinasi

  Tiga orang anak sedang memasak Kapan kamu terahir kali berimajinasi? membayangkan bagaimana menjadi koki paling andal sedunia, menjadi raja di dalam duniamu sebagai koki dengan masakan paling enak yang tak ada satupun menolak masakanmu. Tak perlu biaya mahal, hanya tiga daun hijau untuk mendapatkan semangkuk masakan paling enak itu. Tak lupa kopi tanah asli ditambah sesendok gula pasir asli juga tersaji dengan menambah selembar daun hijau lagi. Semua orang bisa masuk duniamu dan saling bekerja sama. Tentusaja sedikit konflik kerap terjadi karena merasa sayur daun pisang yang berada didapurmu berkurang secara tidak wajar. Tapi, pada akhirnya setelah keluar dari dunia itu semua baik-baik saja, kecuali satu orang di antara penduduk duniamu yang menangis melenyapkan dunia itu seketika.  *** Sekarang wafa mulai tahu setelah belajar dari anak-anak ini. Mereka mengajar dengan caranya, memberi contoh dunia mereka yang hanya ada dipikiran. Awalnya saling percaya, namun konflik akan d...

Tidak Malas, Hanya Pengecut

Sudah lama sekali tidak menceritakan tentang wafa lagi. Bukan karena malas, kesedihan wafa yang 'tak tampak' membuat ceritanya tak bagus. Kesedihan itu justru membuat semakin memperhatikan wafa semakin dalam dan dalam.  Kemarin, Wafa mencoba mencari jawaban atas segala yang terjadi belakangan ini. Mengapa wafa masih belum melangkah lebih tinggi di tangga kehidupan untuk memakai toga meskipun online. Sepertinya wafa memang terlambat untuk menyadari semua kejanggalan dalam hidup ini. Untunglah, seperti kata seseorang dalam buku bahwa, manusia tetap ada sampai saat ini karena bergosip... Cerita yang panjang kemarin itu membuat perubahan besar dalam hidup wafa untuk kedua kalinya setelah sebelumnya perubahan itu terjadi karena wafa tak sanggup menahan  grogi  di hadapan seseorang yang saat itu dicintainya -- mengingat janji dalam hati untuk tidak  grogi  lagi. Sekarang, wafa menemukan apa yang salah. Tidak malas, hanya pengecut. Mungkin itu kata yang paling tepat un...

Cara Wafa Mendapatkan Uang dari Internet

Pertama, untuk kamu yang datang karena ingin cepat kaya dengan mendapatkan uang dari internet, kamu harus mundur. Jika mencari uang lewat internet itu mudah, maka wafa sudah tajir melintir sejak dulu. Pada kenyataannya mendapatkan uang dari internet tidak mudah, ada banyak tantangan dan trik yang harus dilalui. Kali ini wafa akan membagikan pengalaman apa saja yang pernah dan beberapa masih wafa lakukan sampai sekarang untuk mendapatkan uang dari internet. Beberapa mungkin tidak gratis, karena butuh modal untuk membuatnya. Tempat Kerja di Kosan Iklan Blog, Website dan Youtube Wafa sering kali suka membuat konten-konten berupa tulisan dan video. Setelah cukup banyak, lalu wafa mencoba berpikir bagaimana mendapatkan uang dari sana. Ternyata dari google, sudah menyediakan sebuah wadah bernama adsense. Sebelum marak orang menjadi youtuber dan mendapatkan uang dari adsense, wafa sudah lebih dulu mengenal adsense dari blog. Sudah beberapa tahun terakhir wafa memasang iklan di blog dan websi...

Kami Bercerita Bahwa Kami Tak Punya Cerita

Kami rebahan  di karpet ruang tengah sambil mulai bertanya tentang perayaan yang tak kami rayakan malam ini. "Fa, kamu pernah gak bakar-bakar ayam bareng keluargamu?" Sejenak mengingat-ingat, ternyata tak ada ingatan tentang itu. Baru saja wafa tersadar kalau selama ini wafa tak pernah punya momen untuk bakar-bakar atau berlibur bareng keluarga. "Lalu bagaimana denganmu?" "Ya.. sama saja, gak pernah." Lalu kami menatap langit-langit sambil meratapi nasib ini. Momen seperti itu ternyata tak semua orang memilikinya. Mungkin ini membuat keluarga kami seakan tak harmonis, tapi pada kenyataanya keluarga kami tetap harmonis. --- Memahami cinta tak semudah melihat apa yang tampak, tidak pernah punya momen khusus yang didedikasikan untuk keluarga bukan berarti keluarga tidak harmonis. Kasih sayang keluarga sebenarnya sangat indah tersimpan pada setiap berada di rumah. Saling bercerita atau mengingatkan merupakan salah satu contohnya. Maskipun kadang ci...

Wanita adalah Sawah

Pak Wafa dan Bu Wafa Kita pasti sering mendengar hal tersebut, tapi kita sering memperlakukannya tidak seperti sawah. Wafa mencoba untuk memaknai ungkapan ini. Sebagai anak seorang petani, wafa pasti tahu bagaimana seorang petani mengurus sawahnya. Pertama adalah hal-hal yang diperlukan sawah. Banyak hal yang diperlukan sebuah sawah dan hal yang paling utama adalah sawah sangat butuh perhatian. Kamu tidak bisa membiarkan sawahmu begitu saja. Perhatian ini dimulai dari saat akan menanam bibit sampai pasca panen. Begitupun wanita yang memerlukan perhatian dari sang penggarap sawah. Setiap hari wanita perlu perhatian, mulai dari hal-hal kecil seperti menanyakan kabar, sampai hal-hal yang mendalam seperti perasaannya. Ketika mulai memasuki masa menanam bibit, petani perlu setiap pagi menjaga sawah tetap basah, serta tak ada burung yang hinggap untuk merusak tanaman. Begitupun seorang pria harus menjaga wanitanya tetap bahagia dan tak sampai direbut yang lain. Ketika hujan tiba...

Menantang Takut

Sebuah foto yang di pagi hari yang dingin di jogja, diatas hamparan bumi yang tak datar. Wafa duduk menghadap utara Perjalanan memang tak berhenti disini. Setiap langkah dalam hidup adalah sebuah perjalanan yang perlu kita cintai dan kita perhatikan, setiap langkah itulah bukti kalau kita hidup. Sebuah jejak dari nabi Ibrahim A.S menjadi sangat penting karena membuktikan dirinya pernah ada disitu. Mungkin jejak wafa tak pernah menjadi sepenting itu, tapi paling tidak cukup penting bagi diri wafa sendiri. Setiap hal besar dalam perjalanan wafa kadang hanya disebabkan oleh hal-hal kecil, seperti kepakan sayap kupu-kupu yang bisa menghasilkan badai. Sebuah pemikiran dan ajakan "yok.." pun bisa menjadi sebab terjadinya perjalanan besar. Beberapa hal perlu dilawan untuk mendapatkan perjalanan yang sempurna, termasuk rasa takut. Seperti anomali air, yang membuat es tak didasar agar ikan-ikan di dalam laut tetap hidup karena temperatur yang tak beku, serta membuat hewan-...