Langsung ke konten utama

Postingan

Kehilangan Pagi

 Pernahkah kamu mendambakan melihat mentari pagi yang menyegarkan. Jika pernah, maka kita sama sekarang. Wafa sudah cukup lama tidak melihat matahari terbit, bukan karena cuaca tapi jam kita yang berbeda. Saat matahari mulai terbit, itu saatnya tidur.  Sebagian besar orang pasang alarm untuk bangun, tapi wafa justru pasang alarm untuk tidur. Itu pun masih gagal membuat wafa tidur cepat normal seperti orang pada umumnya. Memang masa yang sulit, terutama sulit untuk tidur. Kucing Tidur Jam tidur aneh ini cukup mengganggu, bahkan wafa sampai beberapa kali tak berangkat untuk ujian karena tidur. Tak hanya itu, banyak kesempatan yang harusnya pagi bisa hilang sia-sia. Wafa pernah harus pergi ke semarang untuk menghadiri pengumuman lomba, tapi malah tidurn nyenyak di kosan. Foto indah menang membawa piala pun tidak ada, semua terwakilkan oleh teman satu tim. Begitu pula saat lomba di UNY. Pengumuman sore pun wafa justru tidur, sampai teman satu tim datang ke kosan untuk membangunkan...

Hidup Berasama Voucher

Pulang bekerja wafa langsung pesan sebuah makanan online, dengan harga awal 30rb dan setelah diskon menjadi 12rb. Pengalaman yang luar biasa, ketika wafa hidup di desa banyak hal seperti ini yang tidak bisa dinikmati. Tak semua hal di kota menjadi lebih mahal. Terkadang justru lebih murah. Mungkin ini juga yang membuat banyak orang pergi ke kota. Kemudahan-kemudahan ini sulit sekali ditemukan di desa. Diskon-diskon yang menggairahkan juga sulit ditemukan di desa. Kadang hidup di kota tak sesulit yang dibayangkan. Tapi mungkin itu penuh kelicikan. Tak disadari diskon-diskon itu perlahan berkurang dan makanan yang kita beli sedikit demi sedikit harganya naik. Beberapa waktu lalau diskon nya 60% dengan minimum pembelian 25rb, kemudian minimum pembelian menjadi 30rb dan sekarang diskon menjadi 55% dan minimum pembelian 30rb. Wafa curiga diskon-diskon ini menggunakan konsep yang mirip dalam buku atomic habit. Untuk merubah sebuah kebiasaan perlu dilakukan sedikit demi sedikit. Awalnya kita ...

Mencoba Menjadi Minimalis

  Meja kecil, tablet, stand tablet, charger, keyboard sepertinya sudah cukup. Satu hal yang wafa pelajari dari menjadi rapih adalah tak ada yang perlu dibereskan. Artinya, jika barangnya tidak ada maka tidak ada yang perlu dibereskan akhirnya menjadi rapih. Hal ini sepertinya yang juga menjadi salah satu prinsip minimalist. Sebenarnya, kita tak perlu banyak barang untuk hidup. Foto di atas wafa ambil saat menjadi responden penelitian untuk tinggal dan hidup selama seminggu di rumah D21 -- sebuah rumah sederhana yang kosong. Saat itu wafa hanya membawa beberapa pakaian, alat mandi dan beberapa device seperti foto di atas. Wafa kira ini akan menjadi hal yang sulit, ternyata tidak juga. Dengan hanya membawa barang itu, ternyata wafa masih merasa nyaman dan tidak terhalang untuk melakukan apapun. Sebuah tablet sudah cukup untuk google meet, menulis dan coding -- coding dengan syarat khusus. Wafa tetap bisa beraktifitas seperti biasa, menulis blog pun bisa. Tak hanya itu, di sana wafa h...

Menyelesaikan yang Telah Dimulai

Sepertinya wafa bukan malas, tapi hanya meninggalkan sesuatu yang telah dimulai dan berpindah ke sesuatu hal yang baru. Kamu juga mungkin begitu, seperti wafa. Mulai menulis buku, mendapatkan beberapa bab dan berhenti -- sudah tak terlalu menarik. Orang yang penuh dengan imajinasi dan ide-ide baru seperti wafa pasti tak tenang. Sembari mengerjakan sesuatu pasti memikirkan hal lain yang lebih baru lagi. Akhirnya pekerjaan yang sebelumnya menarik menjadi tak menarik lagi. Beberapa waktu lalu, wafa sempat berdiskusi dengan teman terkait mencari uang di internet. Ternyata dari obrolan itu, wafa mendapati kalau dirinya telah menlalui banyak sekali percobaan untuk mendapatkan cuan dari internet yang sangat luas ini. Mulai dari blog sejak tahun 2010 dan youtube yang sempat beberapa kali upload video saja. Tapi dari semua itu tak ada yang menghasilkan uang yang oke. Lalu temannya menjawab, "Mungkin kamu cuma perlu melanjutkannya saja mas." Dari kalimat itu, wafa seperti langsung mend...

Pengalaman Memiliki Macbook Air

 Sebagai seorang programmer yang setiap hari berkutat dengan komputer atau laptop. Wafa merasa sangat senang dengan kehadiran macbook m1 yang beberapa waktu lalu wafa beli. Satu kalimat yang sepertinya wafa perlu bilang adalah ternyata ini yang selama ini wafa cari . Laptop memang piranti utama untuk wafa bekerja sehari-hari, termasuk untuk entertaiment mendengarkan musik, menonton dan menulis. Memiliki laptop yang tidak merepotkan adalah salah satu mimpi wafa. Setelah sebelumnya mempunyai laptop yang cukup lemot -- meskipun bagi sebagian besar orang laptop wafa sudah kebut. Wafa mencari sebuah laptop untuk bisa mengalahkan kecepatan wafa dalam mengorpasikannya. Ternyata inilah jawabannya. Sebelum tahu kalau laptop nya bakal rusak Kebetulan, beberapa waktu lalu wafa pergi ke Bandung. Saat perjalanan, wafa ingin melakukan update sistem, kemudian wafa membuka laptop berat dan besar dan melakukan update secepat mungkin sebelum baterianya habis. Saat itu laptop sengaja tak dimatikan, k...

Takut Menikah?

Tak lebih dari seminggu, sudah ada dua teman yang bertanya. Intinya dia bertanya, apakah wafa sudah siap menikah? Lalu, aku menjawab ya siap. Apa yang perlu ditakutkan? Disitu mungkin wafa tak menjawab secara panjang lebar tentang hal ini. Tapi sekarang mari kita coba lihat lebih jauh. Sebenarnya apa sih yang ditakuti dari menikah? Hal yang paling utama bukan tentang hidup bersama, tapi biaya hidup bersama yang perlu di tanggung. Sejauh ini itu yang wafa ambil dari dua orang teman yang bertanya kepada wafa. Kemudian, wafa kembali bertanya apakah wanita yang akan menjadi teman hidupmu benar-benar akan menggantungkan hidupnya padamu? sepertinya tidak. Aku selalu percaya kalau menikah sebenarnya bekerja sama karena hidup ini berat dijalani sendiri. Obrolan wafa dan temannya ini berujung ke generalisir yang belum tentu benar. Kebanyak teman-teman yang sudah menikah adalah orang-orang yang taat dalam beribadah atau beragama. Kalau dilihat benar juga sepertinya, lalu wafa berkelakar, "Y...

kenapa kita suka kucing?

Coba hitung, berapa lama kita menghabiskan waktu melihat kucing-kucing lucu di internet. Sampai wafa bertanya-tanya kenapa kita suka kucing. Hewan lucu yang satu keluarga dengan banyak hewan buas seperti macan dan harimau. Apakah karena jinak? atau ada alasan lain? melihat keterkaitannya dengan keluarga kucing besar seperti macan. Sepertinya ini semua ada hubungannya dengan fitrah kita sebagai manusia. Dipercaya atau tidak, kita adalah merupakan mamalia dan primata. Primata yang sangat cerdas. Perbedaan sangat mencolok dari manusia adalah kecerdasannya. Sampai kita bisa berdiri tegak. Berdiri tegak adalah hal yang terlihat sepele, tapi mungkin saja merupakan evolusi besar kita untuk meningkatkan kemampuan kognitif hingga kita percaya telah melampaui kecerdasan berbagai hewan lain dan tak mau disamakan dengan hewan lagi. Berdiri tegak adalah tanda bahwa otak kita telah mampu membuat sistem keseimbangan yang sempurna, sehingga otot punggung tak perlu kinerja yang lebih keras yang mengaki...