Langsung ke konten utama

PPSMB Palapa UGM 2015

Gugus Kamarinjani Soenjoto III
Aku Melihat-lihat foto yang tersimpan di handphone milikku dan menemukan foto di atas. Aku jadi ingat bagaimana seru dan mengesankannya PPSMB atau yang biasa orang-orang sebut ospek.

Ospek memang harus dilakukan oleh mapekerhasiswa baru seperti saya waktuitu. Banyak tugas yang perlu dikerjakan untuk memenuhi ospek tersebut. Terutama tentang sejarah kampus yang cukup menyita waktu, untungnya semua itu bisa dikerjakan di rumah.

Saat ospek, aku mendaptakan teman-teman baru dari berbagai daerah di Indonesa yang diterima diberbagai jurusan pula. Ketika ospek, kami diberi materi tentang banyak hal yang menurutku memang penting untuk ditanamkan dalam diri masing-masing. Misalnya percaya diri, kita harus menjadi seorang yang percaya dengan diri kita untuk dapat meraih berbagai hal. Selain itu, kami juga di haruskan memperkenalkan keunikan daerah kami masing-masing. Sehingga kami bisa mengetahui betapa beragamnya Indonesia.

Ospek yang tidak kalah seru adalah ospek tingkat fakultas, pada ospek tingkat universitas, kami lebih banyak didalam kelas. Memang banyak materi yang kami dapatkan dari ospek ini. Pada ospek fakustas sedikit berbeda, sebelum ospek sebenarnya dimulai, kami dari berbagai jurusan di fakultas dikumpulkan dan dari situ dibentuk beberapa kelompok. Saat itu, aku masuk dalam kelompok 22 yang disebut Laskar Siak Sri Indrapura.
 
Laskar Siak Sri Indrapura
Sebelum ospek yang dijadwalkan dimulai, kami dikumpulkan untuk saling mengenal. Kami yang dari berbagai daerah di Indonesia kini saling mengenal satu sama lain. Dalam Laskar ini, kami saling membantu dalam mengerjakan berbagai peralatan yang harus dibawa saat ospek nanti. Alat-alat itu seperti name tag, nama untuk tas, buku khusus, kubus dll. Banyak hal yang kami lalui bersama untuk menyelesaikan berbagai tugas. Semuanya saling mendukung satu samalain dan saling membantu hingga akhir ospek.



Saat ospek, kami sebelum memasuki lokasi harus diperiksa setiap perlengkapan yang harus dibawa. Dari sinilah kami diajak untuk disiplin, yang diperiksa adalah barang-barang yang kami bawa, selain kami harus membawa setiap peralatan yang diharuskan dibawa, kami juga tidak boleh membawa peralatan-peralatan yang tidak diperintahkan. Sungguh sebuah kedisiplinan yang harus ditanamkan kepada setiap dari kami.
Lelah Setelah PPSMB Tingkat Fakultas Berakhir
Hal yang paling seru adalah ketika akhir dari ospek tingkat fakultas dan ospek tingkat universitas , disana kita bisa bersenang-sengan dan menari bersama, sungguh hal yang tak terlupakan. Setelah itu, kami berfoto untuk kenang-kenangan betapa melelahkan dan menyenangkannya PPSMB Palapa 2015. 



Tahun lalu

A photo posted by Muhammad Wafa (@edogawafa) on

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Monumen Jogja Kembali Dengan Berjuta Misteri

Monumen Jogja Kembali atau sering disebut Monjali adalah sebuah museum yang berada di Ringroad utara, Sleman, Yogyakarta. Aku kesana bersama temanku bernama Ishlah. Karena kami memang belum pernah kemari sebelumnya, maka kami mencoba kemari meski sebelumnya ingin ke museum merapi. Bagi teman-teman yang ingin melihat dan mengenang perjuangan masyarakat Indonesia terutama wilayah Yogyakarta, ini merupakan tempat yang cocok untuk dikunjungi. Letak dari Monumen Jogja Kembali yang strategis, memang membuat monjali mudah ditemukan dan menjadi pilihan wisata kami. Pertama kali masuk, kita harus membayar tiket sebesar Rp. 10.000,- yang menurut kami sangat murah. Kita bisa langsung menuju mojali. Pertama kali yang dapat kita lihat, adalah betapa uniknya museum ini dengan bentuk kerucut. Monjali memiliki tiga lantai yang akan kita kunjungi satu per satu. Lantai Pertama Saatnya mengunjungi lantai pertama.Di lantai pertama, terdapat beberapa ruangan yang setiap ruangan berisi benda b...

Gembira Loka Membuat Hati Gembira

Setalah lama tidak menulis, kini aku akan cerita pengalamanku mengunjungi kebun binatang Gembira Loka. Kebun binatang Gembira Loka sendiri terletak di daerah istimewa yogyakarta, untuk lebih tepatnya dapat dilihat pada google map. karena tempat tinggalku cukup jauh dari kebun gembira loka, maka aku memutuskan untuk naik sepeda kesana. Aku dan temanku Ishlahul, akhirnya pergi ke gembira loka dengan menggunakan sepeda. Jarak yang kami tempuh cukup jauh sekitar 10Km dengan menggunakan sepeda. Setelah sampai, kami langsung membeli tiket dan masuk kedalam kebun binatang gembira loka. Kami diberi sebuah peta lokasi dimana binatang-binatang berada. Jujur ini baru pertamakalinya aku pergi ke kebun binatang. Karna di desaku di kampung memang jauh dari kebun binatang. Pertamakalinya masuk aku merasa berada di dalam kebun, ya memang kebun binatang. Meskipun kampungku ada di Lampung, tapi aku belum pernah melihat gajah. Disinilah aku pertamakalinya dapat melihat gajah secara langsung. T...

Tugas Kuliah Yang Menggila

Tugas Kuliah, mungkin kalian akan selalu mendengar itu jika kalian sedang menempuh pendidikan tinggi. Bagaimana jika tugas kuliah sangat banyak?, mungkin kamu akan kualahan untuk mengerjakannya. Saat kuliah, kita dituntut untuk dapat mengatur waktu dengan baik. Bagaimanapun kita tidak akan lepas dari kegiatan-kegiatan diluar kuliah. Berikut ini akan aku ceritakan bagaimana pengalamanku dari semester 1 sampai semester 4 dan peningkatan tugasku. Semester 1 Semester pertama adalah semester dimana transisi dari dunia SMA meuju dunia perkuliahan. Sangat terasa bagaimana perbedaan yang mendalam antara SMA dan Kuliah. Saat SMA setiap pelajaran terjadwal dengan rapih. Tetapi, saat kuliah jadwal memang terjadwal, tapi terkadang ada kuliah pengganti yang jadwalnya bisa kapan saja, bahkan hari minggu atau hari libur lainya. Tetapi, pada semester ini tugas sangat jarang sekali. Mungkin kita akan merindukan yang namanya tugas itu. Tidak seperti jurusan lain yang pada semester pertama disib...

Membeli Pilihan

Tidak semua orang punya pilihan dalam hidupnya, tapi setiap orang dengan begitu mudah membuat pilihan. Membuat pilihan dengan punya pilihan adalah dua hal yang sangat berbeda. Coba kamu tanya pada teman sebelahmu apakah dia mau mobil baru? atau rumah yang nyaman? Jelas ya!. Tapi apakah dia punya pilihan untuk memebeli mobil baru? belum tentu.  Pilihan untuk membeli ikan Hidup ini seperti sebuah pilihan berganda untuk memilih a sampai e, tapi kita kadang lupa dan memilih sesuatu yang tidak ada dalam pilihan.  Ketika kita disodorkan sebuah peta google map, kita dengan mudah memilih cafe mana yang ingin dikunjungi. Tapi, sebenarnya itu saja tidak cukup. Kita sering kali sibuk memilih cafe mana yang akan didatangi tapi seakan lupa bagaimana kita akan kesana? -- jalan kaki, naik motor, akan lewat jembatan, terjebak macet di salah satu persimpangan? Yang terpenting selain rute adalah kita sekarang ada di mana. Kita bisa tersesat tidak hanya tidak punya tujuan, tapi tidak tau ruterny...

Mengungkapkan Rasa

Hal pertama yang aku pelajari di tahun ini adalah tentang mengungkapkan rasa. Bukan cinta, tapi apapun yang aku pikirkan. Mungkin sekedar omelan dalam pikiran. Entahlah, semua itu terasa lega ketika sudah diungkapkan. Memang tak mudah memberanikan diri untuk berkata itu, tapi aku ingat: Kita bukan takut gelap, tapi takut apa yang mungkin ada di kegelapan. Bukan mengatakannya yang aku takutkan, tapi persepsi diri sendiri tentang response yang akan diberikan oleh orang yang mendengarnya. Keraguan akankah kata-kata ini akan menyakiti justru akan menyakiti diri sendiri karena tak pernah terungkap. Opsi minta maaf kadang adalah solusi, tapi harus didahului dengan kata-kata yang sebisa mungkin dapat diterima. Namun, kita kadang sering lupa bahwa ada loh kemungkinan response nya hangat. Isi Kepala Pikiran-pikiran yang diungkapkan seakan mengosongkan pikiran menjadi suatu yang aktual. Ruang-ruang dalam otak bisa diisi hal-hal lain yang lebih berguna, karena pikiran yang tak terungkapkan tidak ...