Langsung ke konten utama

Untuk Para Temanku Yang Masih Muda


Sebelumnya, aku hanya ingnin bercerita bagaimana pengalamanku dan apa saja yang aku dapat dari berbagai pengalamanku ini. Semua yang akan aku ceritakan merupakan pendapatku, dan mohon maaf apabila ada yang merasa tersinggung dengan artikel yang saya buat ini. Jujur aku tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun dan ini hanyalah pendapatku semata.

Yang akan aku ceritakan adalah perbandingan pengalaman yang aku dapatkan semasa sekolah dan kuliah. Hal ini sungguh berbeda jauh, pengalaman inik juga yang membuatku sadar akan hal-hal yang buruk dan betapa pentingnya belajar. Mulai dari hal-hal kecil, seperti bagaimana berbicara dengan orang lain, sikap, perilaku, serta bagaimana lingkungan pendidikan yang sungguh jauh berbeda.

Saat aku pertama di Kota ini, aku mulai mengenal beberapa orang, mengamati perilaku dan bagaimana berkomunikasi dengan baik. Sangat berbeda dengan tempat tinggalku, disini setiap orang saling menghargai (bukan berarti ditempat tinggalku tidak saling menghargai) dan menurutku bagaimana mereka menghargai orang lain sungguh berbeda. Seperti cara memanggil dan bahasa yang di gunakan, disini setiap orang cenderung menggunakan bahasa yang lemah lembut dan tidak tergesa-gesa dalam berbicara. Jarang sekali aku menemukan orang yang menggunakan bahasa "gaul" disini. Ini berbeda dengan tempat inggalku yang pemudanya menggunakan bahasa-bahasa yang menurutku bukan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Hal yang sangat penting adalah masalah pendidikan yang berbeda. Berbeda disini bukan tentang cara mengajarnya, melainkan pada sikap para pelajar. Jarang sekali aku menemukan hal yang disebut "menyontek". Hal yang buruk dan pada umumnya banyak orang yang melakukannya.

Menyontek menurutku memang merugikan, jika kita menyontek maka hilanglah kesempatan belajar kita. Banyak yang tidak menyadari hal ini ketika menyontek Akupun pernah menyontek dan banyak hal yang aku lewatkan karena menyontek bahkan hal-hal yang mendasar dan penting dalam sebuah mata pelajaran. Budaya menyontek memang sulit untuk dihilangkan karena banyak sekali yang menyontek, hal yang mungkin dan agak sulit adalah membuat orang-orang yang menyontek itu sadar. Tapi, hal itu memang sulit karena orang-orang yang menyontek biasanya tidak sadar akan kerugian yang diakibatkan dari menyontek itu.

Hal kecil yang mungkin pernah dilakukan adalah presentasi yang tidak sehat. Presentasi memang ajang untuk belajar menyampaikan sesuatu hal yang kita pahami, dalam hal ini biasanya para pelajar tentu tentang materi pelajaran. Mungkin tampak hal ini bebas dari hal-hal yang kurang baik. Setiap guru pasti menilai dari penampilan dan bagaimana kita menjawab soal dari setiap teman kita. Nah, disinilah letak hal yang dianggap para siswa sulit yaitu menjawab pertanyaan setiap temannya yang terkadang tidak diduga. Maka kelompok yang ingin presentsi tentu mencari ide bagaimana agar mendapat nilai bagus, yaitu denangan melakukan janji dengan teman dari kelompok yang lain. Sebenarnya pertanyaan dan jawaban sudah di sediakan tinggal di tanyakan saat presentasi dan yang presentasi tinggal menjawab. Mungkin terlihat sepele, tapi ini memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan mental.

Mental dilatih dengan pelangaman yang dialami oleh seseorang. Dengan presentasi yang tidak sehat banyak hal yang membuat mental menjadi buruk, seperti rasa percaya diri. Jika kamu melakukan hal yang saya ceritakan di atas,  kamu pasti menemukan titik dimana kalian akan tidak percaya diri untuk presentasi karena tidak tahu pertanyaan yang akan ditanyakan. Tetapi, jika kamu mulai belajar presentasi, menyampaikan hal dengan baik dan menjawab pertanyaan yang kadang tak terduga, kamu akan terbiasa dan bisa membuat kamu lebih percaya diri. Banyak mahasiswa yang ketika ujian perndadaran saat kuliah mereka takut, mengapa?. Menurutku salahsatu hal yang menyebabkannya adalah mereka belum pernah merasakan presentasi yang sesungguhnya sehingga rasa percaya dirinya berkurang ketika akan menghadapi hal yang lebih besar. Justru saat kuliah dan masa SMA presentasi dijadikan ajang untuk berlatih dan berlatih agar percaya diri di depan umum. Contoh lain, banyak mahasiswa yang sangat takut dengan skripsi, mengapa?. Bahkan skripsi dianggap sebagai momok yang menyeramkan. Hal itu juga sama seperti sebelumnya, karena terbiasa berbuat curang, misalnya menyontek saat membuat laporan atau yang lain yang membuat pengalaman membuat sebuah laporan penelitian hilang. Maka akan membuat rasa percaya diri berkurang.


Jika disimpulkan dari paragraf sebelumnya, sebenarnya yang membuat tidak percaya diri adalah terlalu sering menggunakan cara-cara instan yang membuat pengalaman yang harusnya kita dapatkan menjadi hilang. Yang termasuk dalam hal ini adalah menyontek. Selanjutnya, mengapa banyak yang menyontek dan banyak yang suka menyotek?. Menurutku hal yang mendasar adalah siswa atau mahasiswa dibiasakan harus cepat dan harus benar. Saat ujian misalnya, kebanyakan siswa mengerjakan soal secara pilihan ganda yang jumlahnya banyak, hal ini menuntut siswa untuk menggunakan cara-cara instan yang kadang buruk, apalagi dituntut dengan nilai tinggi, misalnya dengan KKM (Kriteria Kelulusan Minimal) yang tinggi pula. Hal ini menyebabkan cara-cara instan sangat mungkin untuk dilakukan, apalagi banyak lembaga les yang menyediakan cara-cara cepat yang tanpa kita tahu dasarnya. Padahal, kita tahu diawal bahwa budaya serba instan ini sangat merusak. Bahkan akan terbawa hingga dalam dunia kerja jika tidak diperbaiki dari sekarang.

Selain, beberapa hal diatas, ada hal laiin yang ingin aku sampaikan. hal ini adalah tentang bagaimana kita yang tidak saling terbuka. Banyak dari kita tidak menyadari ini, bahkan bisa dibilang "bermuka dua". Setiap orang ingin dipandang baik, baik dalam sikap dan dalam hal lain. Banyak dari kita yang ingin dilihat baik tapi justru membohongi diri sendiri, bagaimana bisa?. Misalnya kita tidak bisa biologi, maka kita menutup-nutupi dengan berbagai cara sampai kadang menggunakan cara instan yang aku jelaskan diatas. Padahal, hal itu menurutku sangat merugikan, jika kita melakukan dengan terpaksa, maka kita akan merasa terbebani dan membuat hidup seakan penuh dengan beban yang banyak membuat orang depresi. Contoh lain yang banyak aku temui dalam dunia perkuliahan, yaitu teman-temanku yang memilih jurusan bukan berdasarkan minat, melainkan karena agar dilihat keren atau yang lain. Hal ini juga bisa membuat hidup penuh beban yang membuat malas untuk belajar dan berprestasi dalam bidang tersebut. Apalagi yang melihat prospek kerja, menurutku itu hal yang "aneh" karena kuliah hanya untuk mencari kerja. Padahal pekerjaan didunia ini sangatlah banyak dan beragam, tinggal apa yang akan ditekuni. Misalnya aku yang memperbaiki komputer, menulis blog dan membuat web, yang tidak di ajarkan dalam sekolah. Tapi, aku sudah bisa menghasilkan cukup uang dari itu, bahkan dari SMA. Maka yang terpenting menurutku adalah kita harus percaya diri dan terbuka tentang siapa diri kita sebenarnya, apa yang kita minati dan apa yang ingin dilakukan.

Hal lain juga yang berdampak buruk adalah mudah percaya. Aku melihat banyak dari temanku yang mudah percaya dengan orang. Hal itu dengan alasan yang bermacam-macam, misal karena dia seorang yang dihormati, orang yang berpengalaman, orang terkenal, guru, atau mungkin percaya kepadaku. Ini hal yang sangat gawat menurutku, mengapa gawat?. Karena dengan begitu, kamu bisa dipengaruhi orang dengan mudah bahkan mungkin aku pengaruhi. Terus bagaimana cara terbaik untuk percaya,? . Buktikan sendiri dengan pengalaman, itulah hal yang terbaik menurutku. Misalkan tulisanku diatas, jangan langsung percaya. Tapi, kamu coba perhatikan di sekelilingmu bagaimana keadaannya, atau lakukan sendiri dan rasakan akibatnya itulah hal yang terbaik. Banyaklah belajar, menurutku pelajaran yang terbaik adalah dari pengalaman, jadi lihat sekitar dan cobalah berpikir luas.


Bagaimana pendapatmu?
Tulis komentar dibawah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Wafa Saat Menang Lomba

Hari ini adalah hari dimana lomba final berlangsung, tapi Wafa tetap saja malas-malasan untuk berangkat. Sebenarnya Wafa sudah bangun sejak pagi, tapi ketika matahari beranjak naik wafa gak segera beranjak dari tempat tidur. Akhirnya, seperti biasa wafa buru-buru lagi. Tapi, tak apalah wafa sudah terbiasa dengan kegiatan terburu-burunya tiap pagi. Pada hari minggu yang cerah ini biasanya wafa harus melanjutkan tidurnya sampai siang, tapi wafa harus pergi dengan tergesa-gesa dan penuh kantuk. Saat lihat jam sudah pukul delapan pagi, dan panasnya mentari pagi yang masuk ke jendela. Barulah wafa beranjak dari tempat tidur empuknya yang selalu menemani tidur panjangnya di siang dan malam hari. Padahal di jadwal wafa diundang pada pukul 8, tapi wafa masih sibuk mandi dan bersiap-siap. Tak lupa parfum biru, baju hijau serta jas almamater yang sudah lama sekali gak wafa pakai. Kini hari bersejarah bagi wafa dimana bisa memakai jas almamater kebanggaan, karena terlalu bangganya sampai lama...

Menjadi Pengantar Coklat Putih

"Hei Fa.. Boleh mita tolong?" ... "Oke, setuju" --- Tiba-tiba sahabat wafa yang ada di Lampung meminta tolong untuk mengantarkan cokelat ke seseorang. Siapa dia? itu juga menjadi pertanyaan wafa. Waktu itu, Sobat wafa (kita sebut saja andra) datang ke Jogja. Sudah sangat lama, mungkin 2 tahun sejak tulisan rilis. Andra datang ke kosan wafa yang sempit dan rumit (dengan kabel keleweran tak menentu), karena sedang ada di Semarang jadi menyempatkan untuk ke Jogja beberapa hari. Waktu itu wafa di ajak pergi ke salah seorang kenalannya yang kost di dekat Jl. Gejayan. Wafa dan Andra berangkat menggunakan sepeda dengan penuh semangat dan rasa penasaran. Setelah berputar-putar di kompleks yang benar-benar kompleks itu, akhirnya rumahnya ketemu. Ternyata di sebelah warung penjual eskrim. Wafa beli saja satu, sambil menunggu wanita itu keluar dari rumah. Duduk, sambil memakan eskrim. Begitu saja, setelah sedikit berkenalan juga dengan wanita itu. Namanya Valen....

Memanah dan Berkuda

Aku sering mempertanyakan banyak hal di dunia ini. Salah satunya, mengapa sangat disarankan untuk memanah dan berkuda. Setelah aku mengalami banyak naik turun dalam perjalanan hidup ini. Akhirnya aku mulai sedikit paham tentang memanah dan berkuda yang dimaksud. Menurutku kebutuhanku hanya komponen-komponen dari memanah dan berkuda. Mari kita bedah satu persatu. Memanah mengajari kita untuk bisa fokus. Fokus dalam kehidupan sangatlah penting. Fokus pada satu sasaran. Meskipun kadang sering meleset meskipun sudah fokus, kita perlu untuk mencoba dan mencobanya kembali. Secara tidak langsung kita juga belajar ulet dan tidak gampang menyerah. Tak hanya itu, kita harus tahu kapan kita harus melepaskan anak panah yang kita pegang. Harus sabar sampai menunggu waktu yang tepat. Memanah juga memerlukan tenaga untuk menarik busur, semakin kuat kita menariknya maka semakin kencang pula anak panah melesat. Dalam hidup perlu kerja keras dan perjuangan untuk mendapatkan hasil yang luar biasa. ...

Curhatan Pekerja Lepas

Gaji per jam terilihat menggiurkan, namun bulan ini wafa dapat gaji kurang dari 1 juta dalam sebulan. Ternyata, setelah berjalan beberapa bulan gaji per jam juga memiliki kelemahan, meskipun dengan gaji per jam bisa datang dan pergi sesuka hati. Namun kalau banyak libur, ya efeknya gak dapat apapun. Ruang Kerja Wafa Karena tak mampu bangun pagi setiap hari, punya rasa malas yang tinggi dan pengen kerja yang fleksibel wafa menyanggupi untuk kerja per jam dengan waktu yang fleksibel -- jebakan marketing pekerjaan. Memang sangat menguntungkan, wafa sering berangkat jam 10 dan pulang jam 15 saat hari biasa, atau saat rajin bisa lembur sampai malam. Namun, wafa baru ingat kalau gaji per jam harganya sama antar siang dan malam, efeknya lembur pun gajinya sama -- sial. Tapi tidak apa, semua memang ada harga yang harus dibayar. Gaji kecil karena lagi males berangkat dan pengen libur, kerja overtime dengan gaji yang sama. Tapi untunglah dengan kerja perjam wafa masih bisa mengerjakan pekerjaan ...

Radio Kecil Temani Malam

Sebuah karton dengan sebuah mesin radio bekas yang aku sulap menjadi radio. Mendengarkan radio berbeda dengan mendengarkan musik, meskipun di radio sering diputar musik. Tetapi mendengar radio tidak sekedar mendengarkan musik. Di radio ada iklan dan ada juga penyiar. Selain itu, sering ada pembicaraan yang menarik menurutku, seperti topik yang dibicarakan lucu, romantis, dan terkadang juga sedih. Di radio juga pernah diceritakan kisah-kisah horor,  cerita lucu, berita dan mendatangkan berbagai tokoh yang dari sana kita bisa mendapatkan pelajaran dari apa yang diceritakan. Sejarah radioku Mesin dari radio ini merupakan pemberian dari temanku yang bernama Tri. Radionya sebelum dibongkar Dia memberikan mesin radio ini ketika kami masih duduk dibangku SMA. Saat dia memberikannya padaku, sebenarnya masih bagus dengan body  radio yang masih utuh, tetapi tidak ada suaranya ketika dinyalakan. Setelah aku cek ternyata speaker  dari radio ini rusak dan aku pun ...