Langsung ke konten utama

Mencari Uang Dari Internet

 

Uang uang uang... , semua orang pasti tahu uang dan banyak orang bekerja mencari uang. Kini uang menjadi kebutuhan bagi kita semua, karena saat ini sistem barter sudah sangat jarang kita temukan lagi. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan uang, mulai dari berdagang sampai berbisnis.

Bagi seorang mahasiswa sepertiku, uang menjadi sangat penting apalagi untuk makan kita perlu uang. Memang kita para mahasiswa pada umumnya diberi uang oleh orantua. Tapi, terkadang karena kebutuhan yang banyak membuat jatah yang diberikan oleh orangtua menjadi kurang. Jadi, aku memutuskan untuk mencari pendapatan tambahan, yang saya pilih dalam hal ini adalah mencari uang di internet.

Saat ini hampir semua orang mengenal internet, mulai dari anak-anak hingga orang tua mengenal internet. Banyak yang dapat diperoleh dari internet, termasuk uang. Banyak orang yang menggunakan internet, hal iniliah yang membuat internet dapat digunakan untuk mencari uang. Seperti dengan berjualan di internet atau dengan blogging yang menggunakan iklan sebagai penghasilan.

Aku memilih blogging untuk mendapatkan uang, karena menurutku banyak keunggulan dari bekerja sebagai blogger. Untuk mahasiswa yang sibuk dengan tugas dan organisasi, membuat tidak mungkin untuk bisa bekerja dengan berjualan atau bekerja di cafe atau tempat lain yang menyita banyak waktu. Sehingga, saya menggunakan blog untuk berusaha mendapatkan uang tambahan.

Memang tidak mudah mendapatkan uang dari blog, mengingat perlu banyak pengunjung untuk mendapatkan uang yang cukup. Tapi, banyak yang juga mendapatkan uang berlimpah dari blog. Blog juga perlu ketekunan untuk mulai dapat menghasilkan uang. Seperti gambar diatas, itu merupakan penghasilan saya setelah beberapa bulan yang masih sedikit.

Saya sadar, di internet juga banyak sekali orang yang seperti saya menggunakan internet untuk mendapatkan uang. Sehingga ini akan membuat saya harus bersaing dengan para blogger lain. Tapi hal ini aku pandang lain, aku memandang ini sebagai hal yang menantang dan aku juga perlu belajar dari beberapa blogger yang sudah sukses terlebih dahulu.

Intinya aku harus tetap semangat dan konsisten dalam dunia blogger yang sudah saya kenal sejak lama. Sudah sejak SMP saya mengenal blog, hanya saja baru saat ini aku bisa menghasilkan pundi-pundi uang dari blog.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Monumen Jogja Kembali Dengan Berjuta Misteri

Monumen Jogja Kembali atau sering disebut Monjali adalah sebuah museum yang berada di Ringroad utara, Sleman, Yogyakarta. Aku kesana bersama temanku bernama Ishlah. Karena kami memang belum pernah kemari sebelumnya, maka kami mencoba kemari meski sebelumnya ingin ke museum merapi. Bagi teman-teman yang ingin melihat dan mengenang perjuangan masyarakat Indonesia terutama wilayah Yogyakarta, ini merupakan tempat yang cocok untuk dikunjungi. Letak dari Monumen Jogja Kembali yang strategis, memang membuat monjali mudah ditemukan dan menjadi pilihan wisata kami. Pertama kali masuk, kita harus membayar tiket sebesar Rp. 10.000,- yang menurut kami sangat murah. Kita bisa langsung menuju mojali. Pertama kali yang dapat kita lihat, adalah betapa uniknya museum ini dengan bentuk kerucut. Monjali memiliki tiga lantai yang akan kita kunjungi satu per satu. Lantai Pertama Saatnya mengunjungi lantai pertama.Di lantai pertama, terdapat beberapa ruangan yang setiap ruangan berisi benda b...

Pulang Kampung

Tak terasa bulan Januari sudah hampir terlewati, bulan pertama di tahun 2019. Seperti tahun-tahun sebelumnya, wafa pulang ke kampung halaman.  "Perjalanan mencari cerita hidup" membawa wafa jauh dari rumah dimana wafa dilahirkan. Keinginan untuk pulang memang pasti selalu ada untuk kita yang pergi jauh, begitupun wafa. Karena ini libur panjang wafa akan pulang. Seperti biasa, wafa menggunakan mode transportasi yang paling murah. Memang tak menjamin akan selalu ada angkutan. Wafa mulai mulai memesan tiket dari bulan desember dan berencana tanggal 1 atau 2 Januari pulang kampung. Tapi apa daya, tiket untuk tanggal segitu sudah habis. Akhirnya wafa dapat tanggal 3 Januari, eh pas sudah siap-siap di tanggal itu, wafa mendapatkan telfon dari agen bus. Katanya, bus untuk hari ini tidak jadi berangkat dan akan diganti tanggal 5 Januari. Yasudah, akhirnya wafa pulang tanggal 5 Januari, meskipun hati sedikit kesal karena tak bisa pulang lebih cepat. Perjalanan yang tak jelas, ...

Kurang Apa Lagi?

Aku sangat merasa cukup, entahlah. Apalagi yang aku perlukan? Semua sudah ada di depan mata. Salah satu konsep paling keren yang aku dapatkan setelah membaca buku "Goodbye, Things: The New Japanese Minimalism" adalah melebarkan rumah, membuat kota ini rumah maka akan mendapatkan segalanya. Menerima tamu? cari saja tempat kopi paling oke di kota, daripada repot membeli alat-alat kopi, gelas dan berbagai hal, cukup traktir saja tamu mu dengan kopi dan snack yang ada disana. Mau makan ke dapur? ada berpuluh warung di kota yang bisa dikunjungi. Ada teman mau menginap? ada puluhan hotel yang bisa ditinggali. Mau tidur nyenyak? ada berbagai pilihan harga kosan. Ternyata hidup di dalam sebuah kamar ukuran 2x3 meter selama 7 tahun lebih tak ada masalah, kota inilah rumah kita sebenarnya. Lebih hebatnya lagi, sekarang aku tinggal di tempat yang semua hal dekat dan bisa dijangkau dengan beberapa langkah kaki. Ada beberapa warung makan, angkringan, mini market, penjual jajanan pasar, lo...

Mencoba Menjadi Minimalis

  Meja kecil, tablet, stand tablet, charger, keyboard sepertinya sudah cukup. Satu hal yang wafa pelajari dari menjadi rapih adalah tak ada yang perlu dibereskan. Artinya, jika barangnya tidak ada maka tidak ada yang perlu dibereskan akhirnya menjadi rapih. Hal ini sepertinya yang juga menjadi salah satu prinsip minimalist. Sebenarnya, kita tak perlu banyak barang untuk hidup. Foto di atas wafa ambil saat menjadi responden penelitian untuk tinggal dan hidup selama seminggu di rumah D21 -- sebuah rumah sederhana yang kosong. Saat itu wafa hanya membawa beberapa pakaian, alat mandi dan beberapa device seperti foto di atas. Wafa kira ini akan menjadi hal yang sulit, ternyata tidak juga. Dengan hanya membawa barang itu, ternyata wafa masih merasa nyaman dan tidak terhalang untuk melakukan apapun. Sebuah tablet sudah cukup untuk google meet, menulis dan coding -- coding dengan syarat khusus. Wafa tetap bisa beraktifitas seperti biasa, menulis blog pun bisa. Tak hanya itu, di sana wafa h...

Antara Kuliah, Startup dan Keinginan

Beberapa minggu belakangan ini sedikit berbeda dengan mingu-minggu biasanya. Wafa yang biasa santai-santai dengan hidupnya kini dia bergelimangan dengan kesibukan yang seakan membuat waktu berhenti. Wafa yang hari liburnya digunakan untuk bermalas-malasan dan tidur seharian di kosan, berganti dengan wafa yang hari liburnya dipenuhi tugas dan tanggung jawab. Kini wafa sedikit berbeda dengan wafa yang dulu. Semua berawal dari trend startup di Indonesia. Setiap orang ingin membangun startup dan mengembangkan startup menjadi lebih besar dan lebih besar lagi. Meskipun memang sulit untuk memebangun startup meskipun cuma satu dan fokus. Kita trend startup masuk di dalam dunia kampus, kini wafa terkenal sebagai orang yang bisa membuat web dan pernah membuat startup. Meskipun menurutnya karya buatanya tidak sebagus apa yang seharusnya. Disela-sela membangun startup, tidak dipungkiri bahwa kuliah memang menjadi prioritas utama. Tugas-tugas yang bejibun  menjadi makanan sehari-hari. ...